Home LiCAS.news Bahasa Indonesia Church & Society (Bahasa) Keamanan siber AS sebut peretas Beijing menyasar Vatikan jelang pertemuan

Keamanan siber AS sebut peretas Beijing menyasar Vatikan jelang pertemuan

Peretas yang didukung pemerintah Tiongkok telah menyusup ke jaringan komputer Vatikan dan Keuskupan Hong Kong, demikian diungkapkan perusahaan AS yang melacak serangan dunia maya yang didukung negara dalam sebuah laporan.

Perusahaan keamanan siber Amerika Serikat Recorded Future mengatakan serangan itu dimulai pada Mei.

“Vatikan dan Keuskupan Katolik Hong Kong adalah beberapa di antara organisasi gereja Katolik yang menjadi sasaran RedDelta, kelompok kegiatan ancaman yang didukung oleh Tiongkok yang dilacak Insikt Group,” kata laporan Recorded Future yang dirilis 28 Juli. Insikt Group adalah sayap penelitian ancaman intelijen perusahaan itu.

“Serangkaian dugaan penyusupan dalam jaringan ini juga menargetkan Misi Studi Hong Kong ke Cina dan Institut Kepausan untuk Misi Asing (PIME), Italia,” katanya.




Misi Studi Hong Kong dipandang sebagai wakil de facto Paus Fransiskus untuk Tiongkok.

Laporan itu mengatakan sasaran termasuk komunikasi antara Keuskupan Hong Kong dan Vatikan dan menggunakan alat dan metode serupa yang sebelumnya diidentifikasi dengan kelompok peretasan yang didukung pemerintah Tiongkok.

Laporan itu muncul ketika Vatikan dan Beijing diperkirakan akan melakukan pembicaraan tahun ini tentang pembaruan perjanjian penting tahun 2018 tentang penunjukan uskup.

- Newsletter -

Laporan itu juga menyusul berita pekan lalu tentang peretas – diyakini didukung oleh Tiongkok-  yang menyerang anggota Gereja Katolik Hong Kong dalam serangkaian operasi serangan siber yang diungkapkan oleh seorang analis virus komputer.

Serangan peretasan ini terungkap ketika para pemimpin gereja Hong Kong secara terbuka mendukung protes pro-demokrasi di kota itu meskipun ada peringatan dari Vatikan agar para klerus tetap netral.

Sebuah kamera pengintai terlihat di dekat lukisan religius saat Misa di Katedral Xishiku, sebuah gereja Katolik yang direstui negara, pada Malam Natal di Beijing, 24 Desember 2019. (Foto oleh Florence Lo / Reuters)

Beijing berulangkali membantah terlibat dalam upaya peretasan yang didukung negara, dan mengatakan negara itu menjadi korban dari ancaman tersebut.

Peretasan yang dilaporkan terjadi setelah pertemuan langka antara Beijing dan menteri luar negeri Vatikan di Jerman awal tahun ini, menandai pertemuan resmi tingkat tinggi antara kedua pihak dalam beberapa dekade.

Sebuah delegasi Tiongkok dijadwalkan akan mengunjungi Vatikan sebelum akhir tahun sebagai bagian dari perundingan lanjutan, tetapi tidak ada indikasi kapan mereka akan melakukan perjalanan karena wabah virus corona, kata sumber senior Vatikan.

Sumber yang berbicara kepada Reuters sebelum laporan peretasan mengatakan masih belum jelas apakah kesepakatan itu akan diperpanjang secara otomatis karena pandemi dan untuk berapa lama.

Tambahan dari Reuters

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: yourvoice@licas.news

Support Our Mission

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Exit mobile version