Home LiCAS.news Bahasa Indonesia Church & Society (Bahasa) Imam Katolik sekaligus mantan legislator India meninggal

Imam Katolik sekaligus mantan legislator India meninggal

Satu-satunya pastor Katolik yang pernah menjadi legislator di India meninggal di desa Dharwad di Negara Bagian Karnataka pada 29 Maret pada usia 90 tahun.

Pastor Jacob Pallipurath, yang maju dalam pemilihan negara bagian pada tahun 1983 dan menang sebagai kandidat independen, menjadi seorang legislator di majelis negara bagian untuk satu periode.

Pemakaman imam Keuskupan Belgaum itu diadakan pada tanggal 30 Maret di Hubly, Karnataka.




Pastor P.J. Jacob terpilih mewakili daerah pemilihan Kalghatgi di Karnataka 38 tahun lalu, mengalahkan calon yang diajukan oleh partai politik nasional yang sudah mapan.

Imam itu menang dengan mayoritas 496 suara atas Fakiragouda Shivanagouda Patil dari partai Kongres dan dihormati oleh penduduk desa dengan melakukan prosesi lebih dari 3.000 gerobak sapi.

Pastor Jacob lahir di Meenkulam Anjal di distrik Kollam, Kerala di India Selatan.

Ia datang ke Kalghatgi pada tahun 1964 setelah merampungkan studinya di Goa dan Belagavi dan mengabdikan dirinya untuk bekerja di antara suku Lambini di negara bagian Karnataka.

Pemilihannya pada tahun 1980-an memicu kontroversi besar di antara umat Katolik India yang memperdebatkan apakah pantas bagi seorang imam atau seorang religius untuk terlibat aktif dalam politik praktis.

- Newsletter -

Imam itu memimpin beberapa demonstrasi untuk menyerukan pengembangan wilayah Kalghatgi. Namun ia tidak mencalonkan diri untuk dipilih kembali setelah masa jabatannya berakhir.

Meski menang sebagai calon independen, mantan Ketua Menteri Karnataka Ramakrishna Hegde mengangkatnya sebagai ketua komisi perikanan dalam lingkaran kabinet.

Imam itu berhasil membangun jaringan untuk pengadaan air minum ke desa-desa, jalan, dan fasilitas lain ke koloni Dalit dan membantu dalam upaya mendirikan perguruan tinggi pelatihan kejuruan.

Pastor Jacob mendirikan Good News Welfare Society yang menjalankan berbagai lembaga pendidikan di negara bagian itu.

Atas pengabdiannya ia menerima penghargaan sipil tertinggi kedua di negara bagian Karnataka, yaitu Rajyotsava Awards Universitas Karnataka juga menghormatinya dengan memberinya gelar doktor kehormatan (honoris causa).

Frank Krishner/RVA News

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: yourvoice@licas.news

Support Our Mission

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Exit mobile version