Home LiCAS.news Bahasa Indonesia Church & Society (Bahasa) Ungkapan iman menjadi topik utama orang Filipina di Facebook

Ungkapan iman menjadi topik utama orang Filipina di Facebook

Sebuah studi yang dilakukan oleh perusahaan konsultan dan manajemen swasta mengungkapkan bahwa pembicaraan tentang “iman” telah menjadi topik utama bagi orang Filipina di Facebook dalam dua bulan terakhir.

BluePrint.PH mengamatai unggahan, bagi, dan komentar di Facebook dengan total 115.467.742 skor keterlibatan dari pemantauan harian atas 50 kata kunci. Ada 1.500 kata kunci yang ditemukan dan kemudian dikelompokkan menjadi 10 kategori.

Secara keseluruhan, kategori kata kunci “iman” menempati urutan pertama di antara semua kategori pada bulan Februari dan Maret 2021.




Dalam sebuah pernyataan, perusahaan itu mengatakan bahwa orang Filipina menggunakan Facebook sebagai platform untuk mengekspresikan iman mereka. Kata kunci yang paling banyak digunakan adalah Quiapochurch, (Gereja Quiapo tempat patung Black Nazarene), holyweek (Pekan Suci) dan 500yearsofChristianity (500 tahun agama Kristen).

Dalam kategori ini kata kunci Quiapo Church menduduki peringat tertinggi dengan 3,6 juta pengikut dan secara aktif memposting Misa online langsung setiap hari.

Kata kunci populer berikutnya adalah “gifted to give” (anugerah untuk berbagi) yang merupakan tema perayaan 500 tahun Gereja Katolik Filipina. Topik ini menghasilkan lebih dari 3,3 juta skor keterlibatan.

Kata kunci “we give our yes” (kami menjawab ya), yang merupakan lagu resmi Keuskupan Agung Manila untuk perayaan setengah abad itu, berada di urutan ketiga dengan lebih dari 3,2 juta skor.

- Newsletter -

 “Ini sangat luar biasa dan kami sangat senang karena komunitas online kami sudah terbentuk,” kata Pastor Danichi Hui, vikaris paroki Gereja Quiapo.

Imam itu mengatakan gereja, yang juga dikenal sebagai Basilika Minor Black Nazarene, mulai membangun komunitas online pada tahun 2016 bagi orang Filipina di luar negeri untuk dapat mengikuti Misa.

“Ketika pandemi memaksa gereja untuk beralih ke dunia maya, kami sudah memiliki pemirsa yang konsisten,” katanya, menambahkan bahwa jumlah penonton “bertumbuh pesat selama lockdown.”

Imam itu mengatakan perayaan Pekan Suci gereja itu saja telah ditonton 53 juta kali pada bulan Maret.

Ia mengatakan hal itu terjadi berkat “hubungan yang menarik” antara umat beriman Filipina dan Black Nazarene yang memicu partisipasi aktif dalam Misa online.

“Umat dapat berhubungan dengan Tuhan yang menderita,” kata Pastor Hui, menambahkan bahwa karena devosi memikul salib selama pandemi itulah orang-orang mengidentifikasi diri mereka dengan Black Nazarene.

Pastor Jerome Secillano, kepala komisi urusan publik Konferensi Waligereja Filipina, mengatakan penelitian BluePrint.PH menunjukkan bahwa bagi banyak orang Filipina, “lebih masuk akal untuk beralih ke iman ketika sains dan pengobatan mengalami kendala melawan virus.”

“Saya tidak suka mengalihkan masalah kita menjadi masalah spiritual dengan mudah,” kata imam itu. “Tetapi melihat perkembangan yang sedang terjadi, kita benar-benar membutuhkan iman yang sangat besar untuk bertahan hidup.”

“Kita harus mengakui bahwa ada hal-hal di dunia ini yang berada di luar kendali kita,” kata Pastor Secillano. “Jika demikian, maka inilah saat yang paling tepat untuk berpaling pada Tuhan yang berkuasa atas segalanya,” tambahnya.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: yourvoice@licas.news

Support Our Mission

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Exit mobile version