Home LiCAS.news Bahasa Indonesia Church & Society (Bahasa) Paus berdoa agar keluarga bertahan selama masa isolasi

Paus berdoa agar keluarga bertahan selama masa isolasi

Pada saat jutaan orang di seluruh dunia menghadapi isolasi karena pandemi virus corona, Paus Fransiskus memanfaatkan Misa paginya pada 16 Maret untuk memberikan penghiburan kepada mereka yang menderita.

“Saya terus memikirkan keluarga-keluarga yang terkurung, anak-anak yang tidak bersekolah, orangtua yang tidak bisa meninggalkan rumah, dan yang berada di karantina,” Catholic News Service (CNS) mengutip paus.

“Semoga Tuhan membantu mereka menemukan cara-cara baru, ungkapan cinta yang baru, atas hidup bersama dalam situasi baru ini,” kata Paus Fransiskus.




“Ini adalah kesempatan yang luar biasa untuk menemukan kembali kasih sayang sejati dengan kreativitas dalam keluarga. Mari kita berdoa untuk keluarga agar hubungan dalam keluarga saat ini selalu berkembang untuk kebaikan.”

Paus Fransiskus dalam homilinya mengingatkan orang-orang bahwa Allah bertindak dengan cara-cara besar dan kecil, dan tidak mengabaikan atau bahkan meremehkan cara-cara sederhana di mana kehendak-Nya dinyatakan.

“Tuhan kita ingin membuat kita memahami bahwa dia selalu datang dalam kesederhanaan, dalam kesederhanaan rumah Nazareth, dalam kesederhanaan pekerjaan sehari-hari, dalam kesederhanaan doa,” kata paus.

Paus juga memperingatkan bahaya “roh duniawi” yang menuntun orang-orang pada “kesombongan dan mementingkan penampilan,” akan membuat mereka “dicemooh” oleh kesederhanaan Tuhan,  oleh ‘kesederhanaan orang miskin.”

- Newsletter -

Merendahkan adalah sikap arogan dan kehidupan spiritual yang dimiskinkan dengan “ilusi menjadi lebih dari mereka sendiri,  lanjut paus.

“Dan sikap merendahkan ini selalu mengarah pada kekerasan, baik kekerasan fisik maupun kekerasan gosip,” Paus Fransiskus mengingatkan.

Sementara itu, dalam upaya untuk membantu mengatasi pandemi virus corona, Vatikan sebelumnya mengumumkan bahwa perayaan Pekan Suci dan Paskah bulan depan akan diadakan tanpa partisipasi publik.

Berlum diketahui bagaimana even-even besar ini akan dilakukan, tetapi sumber mengatakan para pejabat sedang mempelajari cara untuk merayakannya di lokasi dalam ruangan, termasuk Basilika Santo Petrus dan Kapel Sistina, dengan kehadiran sekelompok kecil orang.

Perayaan Pekan Suci, yang dimulai pada Minggu Palem, mencapai puncak pada Paskah, hari paling penting dari kalender liturgi Katolik Roma yang memiliki umat 1,3 miliar di seluruh dunia.




Italia menjadi negara yang paling menderita akibat pandemi corona dibandingkan dengan negara Eropa lainnya. Korban tewas di negara itu telah mencapai 2.158 pada 17 Maret, dengan 27.980 orang tercatat telah terinfeksi.

Paus, Vatikan, dan Gereja di Italia yang mayoritas Katolik terpaksa mengubah tradisi selama berabad-abad karena wabah itu.

Pada 15 Maret, Paus meninggalkan Vatikan tanpa pemberitahuan untuk berdoa di Basilika Santa Maria Maggiore dan kemudian berjalan di sepanjang salah satu jalan utama Roma untuk mengunjungi Gereja St. Marcello untuk berdoa di depan salib yang digunakan selama prosesi ketika wabah melanda Roma pada 1522.

Sebuah pernyataan Vatikan mengatakan dia berdoa untuk mengakhiri pandemi ini dan juga untuk orang sakit, keluarga mereka dan penyedia kesehatan serta penjaga apotek dan toko makanan yang menjaga tetap terbuka di tengah isolasi nasional.

Tambahan dari Reuters

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest