Home LiCAS.news Bahasa Indonesia Church & Society (Bahasa) Kardinal Zen sebut pedoman untuk klerus di Cina 'tidak bermoral'

Kardinal Zen sebut pedoman untuk klerus di Cina ‘tidak bermoral’

Kardinal Joseph Zen Ze-kiun dengan keras mengecam pedoman pastoral tentang pendaftaran para imam di Cina, dan menyebutnya “tidak bermoral dan bertentangan dengan hati nurani Katolik.”

Dalam sebuah tulisan blog yang dimuat pada tanggal 21 Maret, mantan uskup Hong Kong itu menyinggung dokumen berjudul “Pedoman Pastoral Tahta Suci mengenai pendaftaran sipil para imam di Cina,” dan tempatnya dalam upaya Vatikan untuk melakukan rekonsiliasi dengan Beijing.

“Masalah yang paling serius bukanlah Perjanjian Rahasia September 2018,” kata Kardinal Zen, merujuk pada perjanjian Beijing-Vatikan, yang dimaksudkan untuk membantu membangun hubungan antara Vatikan dan Asosiasi Patriotik Katolik Cina (CPCA) yang diakui secara resmi oleh Cina.



“Pedoman Pastoral ’tanggal 28 Juni lebih jahat, tidak bermoral, karena itu melegitimasi Gereja yang skismatik!” tulis kardinal berusia 88 tahun itu.

“Ada banyak kebingungan dan kontradiksi dalam dokumen itu.”

Seperti dicatat oleh Catholic News Agency (CNA), Kardinal Zen secara konsisten berpendapat bahwa pedoman ini membantu melegitimasi “gagasan keliru” bahwa ada Gereja Katolik Cina yang independen yang tidak berada di bawah naungan Tahta Suci.

Pedoman tersebut, antara lain, menyatakan keinginan Vatikan untuk menemukan formula untuk pendaftaran sipil para uskup dan imam dalam “realitas kompleks Cina” yang “tidak hanya menghormati hukum Cina, tetapi juga doktrin Katolik.”

- Newsletter -

Sementara dokumen itu menyatakan bahwa beroperasi dalam kondisi klandestin “bukan fitur normal dari kehidupan Gereja,” dokumen itu menambahkan bahwa Takhta Suci “tidak bermaksud untuk memaksakan hati nurani siapa pun.”

Menyusul dikeluarkannya pedoman tersebut, laporan tentang penelusuran secara intensif terhadap para penentang yang menolak untuk bergabung dengan CPCA yang disetujui negara telah muncul.

Sementara itu, dalam posting blognya, Kardinal Zen menegaskan kembali klaim sebelumnya bahwa Kardinal Pietro Parolin, menteri luar negeri Vatikan, sedang “memanipulasi” Paus Fransiskus sehubungan dengan kebijakan Vatikan dengan Beijing.

“Kesan pribadi saya adalah bahwa [Kardinal] Parolin memanipulasi paus, setidaknya dalam hal-hal yang berkaitan dengan Gereja di Cina,” kata Kardinal Zen.

Kardinal Zen telah lama mengkritik Kardinal Parolin atas apa yang dia yakini merupakan upaya sesat untuk memperbaiki hubungan dengan Beijing.

Kardinal Parolin adalah arsitek utama dari perjanjian Vatikan-Beijing. 
Pada bulan Februari, Kardinal Zen memperingatkan bahwa Gereja bawah tanah di Cina, yang telah bersumpah setia kepada Tahta Suci, “ditakdirkan untuk menghilang.”

Pesan Kardinal Zen yang diunggah 21 Maret muncul sebagai pelengkap surat terbuka yang ditulisnya kepada dekan Kolegium Kardinal awal bulan ini.

Di dalamnya, Kardinal Zen menantang klaim-klaim sebelumnya oleh Kardinal Giovanni Battista Re bahwa Paus Benediktus XVI telah memberikan restunya atas rancangan perjanjian Cina-Vatikan yang kontroversial, menyerukan agar bukti arsip untuk mendukung klaim-klaim itu diungkap.

Make a difference!

We work tirelessly each day to support the mission of the Church by giving voice to the voiceless.
Your donation will add volume to our effort.
Monthly pledge

Latest