Home LiCAS.news Bahasa Indonesia Church & Society (Bahasa) Paus Fransiskus berdoa agar semua orang bangkit dari ketakutan

Paus Fransiskus berdoa agar semua orang bangkit dari ketakutan

Selama masa pandemi global, Paus Fransiskus mendoakan agar semua orang yang menghadapi ketakutan akan mendapatkan kekuatan agar bisa menaklukkan ketakutan mereka.

“Pada hari-hari ini ada begitu banyak penderitaan. Ada banyak ketakutan,” kata Paus Fransiskus seperti dikutip Vatikan News saat homili di kapel Casa Santa Marta di Vatikan pada 26 Maret.

“Rasa takut yang dialami oleh orang tua yang sendirian di panti jompo, atau rumah sakit, atau di rumah mereka sendiri, dan tidak tahu apa yang akan terjadi. Ketakutan yang dihadapi oleh mereka-mereka yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan memikirkan cara memberi makan anak-anak mereka. Mereka memikirkan bagaiman jika mereka semua akan kelaparan,” kata paus.




“Rasa takut yang dirasakan banyak pegawai negeri. Saat ini mereka sedang bekerja agar masyarakat tetap berfungsi dan mereka juga takut jatuh sakit. Ada ketakutan yang kita masing-masing rasakan. Setiap orang tahu apa yang menjadi ketakutan mereka,” kata paus.

“Kita berdoa kepada Tuhan agar Ia membantu kita untuk percaya, untuk menerima dan menaklukkan ketakutan ini,” kata Paus Fransiskus.

Selama pandemi virus corona, Paus Fransiskus tetap menyapa umat Katolik dari balik pintu tertutup di Vatikan yang juga terkunci (lockdown). Dia berdoa untuk korban virus corona, para lansia yang menderita kesepian, mereka yang berada dalam kesulitan keuangan. Ia juga berdoa bagi petugas kesehatan dan pelayan publik yang berjuang untuk menghentikan penyebaran penyakit ini.

Paus juga menyampaikan pesan harapan, meminta umat Katolik untuk menggunakan masa-masa sulit saat karantina ini untuk membangun kedekatan satu sama lain dan juga dengan dunia.

- Newsletter -

Sementara itu, Italia terus berjuang untuk mengatasi virus corona, dengan jumlah kematian mencapai 712 orang dan 6.153 terinfeksi selama 24 jam hingga siang hari 27 Maret, Reuters melaporkan.

Kenaikan dalam angka kematian itu membuat jumlah kematian secara keseluruhan menjadi 8.215 orang dan 80.539 terinfeksi.

Peningkatan dalam jumlah yang infeksi dan meninggal terus terjadi meskipun Italia telah menerapkan rezim karantina yang semakin ketat sejak 23 Februari untuk membantu menghentikan penyebaran virus.

Pada 27 Maret, Paus Fransiskus menyumbangkan 30 respirator ke rumah sakit yang paling parah terkena pandemi.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest