Home LiCAS.news Bahasa Indonesia News (Bahasa) Pemimpin gereja di Filipina ingatkan agar tanggap bencana tidak dipolitisasi

Pemimpin gereja di Filipina ingatkan agar tanggap bencana tidak dipolitisasi

Para pemimpin Gereja di Filipina memperingatkan para politisi agar tidak memanfaatkan tanggapan kemanusiaan bagi para korban bencana untuk memajukan agenda politik mereka.

Pastor Angel Cortez, kepala Gerakan Keadilan Ekologis Antaragama, mengingatkan warga bahwa “mereka tidak berhutang apa pun [kepada] politisi dan para pejabat terpilih ini”.

“Ini sudah merupakan tanggung jawab mereka di kantor publik untuk membantu warga Filipina yang terkena bencana,” kata imam itu, menambahkan bahwa distribusi bantuan dan bantuan pemulihan sudah menjadi kewajiban mereka.




Imam itu mengatakan dia menerima laporan bahwa para pejabat telah memanfaatkan upaya pemerintah bagi para korban topan untuk tujuan politik mereka.

Ia mengatakan politisi boleh berkampanye menjelang pemilu 2022 “tetapi pembayar pajak tidak boleh menjadi korban.”

“Tanggapan pemerintah ini didanai oleh uang publik bukan oleh para politisi ini,” kata Pastor Cortez.

Sedikitnya dua senator mendapat sorotan setelah menggantung poster dengan nama dan wajah mereka pada operasi pembersihan jalan oleh Angkatan Darat Filipina di kota-kota yang dilanda topan di wilayah Bicol.

- Newsletter -

Pastor Warren Francis Puno, kepala komisi ekologi Keuskupan Lucena, mengatakan tindakan politisi itu “tidak tahu malu dan tidak sensitif.”

“Siapa yang ingin melihat wajah mereka di tengah bencana? kata imam itu. “Dengan mencantumkan nama mereka dalam bantuan pemerintah ini, mereka ingin menyampaikan bahwa itu sebagai proyek mereka sendiri,” imbuhnya.

Imam itu juga mengecam pejabat pemerintah “yang berani memposting foto liburan atau pesta mereka di media sosial sementara ribuan orang menderita.”

“Orang-orang seperti ini tidak punya tempat di kantor publik. Mereka tidak boleh diberi kepercayaan untuk posisi yang sangat krusial di pemerintahan yang bisa menyelamatkan nyawa di saat seperti ini, ”ujarnya.

Pastor Puno mengatakan selama masa bencana “semua sumber daya pemerintah, termasuk pejabat, harus ditempatkan untuk membantu warga keluar dari kesulitan ini.”

“Sudah saatnya pejabat publik mempraktikkan kepekaan, solidaritas, dan kasih sayang,” katanya.

Dewan Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional melaporkan pada 15 November bahwa total warga yang terkena Topan Ulysses sudah mencapai 285.978 keluarga atau lebih dari 1,1 juta orang Filipina.

Jumlah yang mengungsi hampir 400.000 orang di delapan wilayah di Filipina utara, sementara sektor pertanian menderita kerusakan senilai sekitar US $ 20,1 juta.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest