Home LiCAS.news Bahasa Indonesia Church & Society (Bahasa) Caritas Filipina desak pemerintah agar sediakan vaksin bagi semua orang

Caritas Filipina desak pemerintah agar sediakan vaksin bagi semua orang

Sayap sosial dari Konferensi Waligereja Filipina, Caritas Filipina, meminta pemerintah agar semua warga mendapatkan vaksin COVID-19 jika sudah tersedia.

Hal itu disampaikan lembaga itu setelah adanya laporan bahwa pemerintah telah menyediakan vaksin untuk personel keamanan Presiden Rodrigo Duterte.

Uskup Jose Colin Bagaforo, koordinator nasional Caritas Filipina, mengatakan langkah itu “tidak bertanggung jawab” dan suatu “pelanggaran proses peraturan.”


Prelatus itu mengaku marah setelah mengetahui hal itu dan mengatakan bahwa pemerintah “telah mentolerir tindakan yang tidak hati-hati dan tidak sah” meskipun jika vaksin itu disumbangkan.

Pada hari Rabu tanggal 30 Desember Brigjen Jesus Durante III, komandan Grup Keamanan Presiden, mengungkapkan bahwa semua anggota keamanan presiden diberikan vaksin COVID-19.

“Kami memvaksinasi diri kami sendiri. Sangat mudah, “kata jenderal itu dalam sebuah wawancara televisi. “Untuk saat ini, kami sudah menemukan vaksin yang sesuai untuk kami, yang bisa saya katakan adalah vaksin tradisional, jadi kami mengambil risiko,” ujarnya.

Menteri Dalam Negeri Eduardo Año sebelumnya mengonfirmasi bahwa seorang anggota kabinet dan sejumlah personel keamanan telah menerima vaksin COVID-19.

- Newsletter -

Akan tetapi Badan Pengawas Obat dan Makanan mengatakan belum ada vaksin yang disetujui untuk penggunaan resmi. Lembaga itu menambahkan bahwa adalah ilegal untuk mengimpor, mendistribusikan dan bagi dokter atau praktisi medis untuk memberikan obat yang tidak terdaftar di negara tersebut.

Pada bulan Juni, Caritas Filipina meminta pemerintah untuk menyediakan vaksin COVID-19 apa pun bagi semua orang.

Pastor Antonio Labiao Jr., sekretaris eksekutif Caritas Filipina, mengatakan bahwa yang paling penting saat ini adalah para pejabat kesehatan “mempercepat semua proses pengaturan sehingga vaksin akan tersedia untuk kita secepatnya.”

Dalam sebuah pernyataan, imam itu mengatakan pemerintah harus memastikan bahwa mayoritas orang Filipina mendapatkan vaksin ketika sudah tersedia untuk penggunaan massal.

“Di masa pandemi ini, kita harus berusaha menyingkirkan kepentingan pribadi,” kata Pastor Labiao.

Ia mengatakan Caritas Filipina akan mengerahkan semua upaya untuk membantu pemerintah meringankan beban masyarakat yang paling terpinggirkan selama pandemi.

Sejak Maret, lembaga aksi sosial itu telah memberikan bantuan senilai lebih dari 1 miliar peso melalui mitra amal Katolik nasionalnya dan global.

“Tujuan kami adalah selalu memprioritaskan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan orang Filipina yang rentan,” kata Uskup Bagaforo dalam sebuah pernyataan.

“Kami akan terus memantau, terutama terhadap tindakan pemerintah, untuk memastikan bahwa hak, kesejahteraan dan martabat rakyat Filipina diutamakan di atas intrik politik, kepentingan pribadi, dan keserakahan akan kekuasaan,” tambahnya.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest