Home LiCAS.news Bahasa Indonesia News (Bahasa) Seorang imam Katolik ditembak mati di Filipina selatan

Seorang imam Katolik ditembak mati di Filipina selatan

Seorang imam dari Keuskupan Malaybalay di Filipina selatan ditembak dan dibunuh pada malam 24 Januari.

Pastor Rene Regalado terbunuh saat dalam perjalanan ke seminari di desa Patpat di kota Malaybalay tempat dia mengajar.

Polisi yang menjawab panggilan untuk bantuan dari para pastor di Seminari Kolese St. John XXIII menemukan Pastor Regalado tewas dengan luka tembakan di kepalanya.




Staf Penyidik Kepolisian Sersan Jeffrey Lloren mengatakan kepada LiCAS.news bahwa jenazah Pastor Regalado tergeletak sekitar tiga meter dari kendaraannya.

“Mata kirinya memar seperti dianiaya sebelum meninggal,” kata penyidik polisi. “Pastor Regalado sudah meninggal ketika kami tiba,” tambahnya.

Lloren mengatakan para penyelidik juga menemukan bahwa lengan kiri pendeta itu “diikat dengan tali sepatu putih”.

Sebuah pistol kaliber .45 dengan sepuluh peluru tak terpakai dan satu peluru kosong juga ditemukan di TKP.

- Newsletter -

“Peluru yang tidak digunakan dikeluarkan dari pistol yang juga tertinggal di lokasi,” kata polisi itu.

Para pastor dari Seminari Tinggi St. Yohanes XXIII menelepon polisi setelah mendengar beberapa tembakan sekitar pukul 19.30 pada 24 Januari.

Lloren mengatakan tubuh imam itu ditemukan beberapa meter dari gerbang Biara Karmelit di desa itu.

Ia mengatakan bahwa pastor itu dilaporkan sedang dalam perjalanan kembali ke Seminari Kolese St. Yohanes XXIII ketika para penyerang menyergapnya.

Keuskupan Malaybalay dalam sebuah pernyataan mengutuk pembunuhan tersebut, dengan mengatakan bahwa keuskupan “sangat terluka dan sedih dengan kabar kematian yang terlalu dini dari salah satu imamnya.”

Pastor Regalado, yang dikenal sebagai “Paring Bukidnon (Imam Gunung),” dikenal karena dukungannya terhadap pertanian organik dan masalah lain yang berkaitan dengan petani.

Ia ditahbiskan pada 18 Oktober 2007 oleh Uskup Honesto Pacana dari Bukidnon.

Ia mengikuti pembinaan menengah dan tinggi di Seminari St. Yohanes XXIII di Kota Malaybalay.

Pastor Regalado menyelesaikan studi teologi di Seminari Teologi St. Yohanes Maria Vianney di Camaman-an, Cagayan de Oro.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest