Home LiCAS.news Bahasa Indonesia Church & Society (Bahasa) Mantan kepala Caritas Filipina khawatir atas 'intimidasi' militer

Mantan kepala Caritas Filipina khawatir atas ‘intimidasi’ militer

Pastor Katolik Edwin Gariguez, mantan sekretaris eksekutif Caritas Filipina, mengungkapkan ketakutannya atas apa yang dia sebutkan sebagai “kunjungan dan interogasi yang tidak pantas” oleh militer.

Imam yang sekarang menjabat sebagai direktur aksi sosial di Vikariat Apostolik Calapan itu mengatakan dia telah mendatap “kunjungan yang tidak diinginkan” dari militer Filipina.

Pada 21 Maret, saat dalam perjalanan kembali ke biara, pastor itu dicegat oleh dua pria yang mengidentifikasi diri mereka sebagai tentara.


Pastor Gariguez mengatakan dia ditanyai tentang kehadiran dan tujuannya di desa Pakyas di kota Victoria, provinsi Oriental Mindoro.

“Saya tidak paham apa alasan militer sampai harus  menghentikan mobil saya dan menginterogasi saya hanya karena melakukan pertemuan dengan orang Mangyan,” kata imam itu.

Pastor Gariguez mengatakan dia berada di desa itu untuk bertemu dengan seorang pemimpin suku Mangyan yang meminta bantuannya terkait mata pencaharian dan bantuan.

Pada hari yang sama, dua personel Angkatan Darat mengunjungi pos misi pastor itu di Pook Paytabangan, di desa Loyal, juga di kota Victoria.

- Newsletter -

“Kunjungan mendadak itu berjalan lancar,” kata Pastor Gariguez. “Perwira Angkatan Darat, yang mengidentifikasi dirinya sebagai pemimpin tim dari detasemen terdekat, bersikap ramah dan hormat.”

“Saya memberikan sayuran yang baru saja kami panen,” katanya.

Namun pastor itu mengatakan rangkaian pertemuan tak terduga dengan tentara telah menciptakan suasana yang tidak nyaman mengingat ada iklim kecurigaan dan pengawasan terhadap para pekerja kemanusiaan dan gereja.

Ini bukan pertama kalinya Pastor Gariguez mengalami “sesuatu yang tidak biasa” dari militer bulan ini.

Pada tanggal 9 Maret, seorang sersan Angkatan Darat mengunjungi kantor pastor itu untuk memberi tahu dia bahwa seorang pejabat militer di provinsi Rizal dan ingin mengundang imam itu untuk memberikan ceramah tentang budaya Mangyan melalui Zoom.

“Ini sesuatu yang tidak biasa karena undangan bisa saja dikirim melalui email atau melalui Komando Angkatan Darat di provinsi kami, yang selalu kami hubungi,” katanya.

“Saya tidak ingin menjadi berprasangka buruk,  tetapi dengan adanya impunitas dalam menindak kelompok dan individu yang progresif, saya juga perlu mengambil tindakan pencegahan,” katanya.

Pastor Gariguez menjabat sebagai sekretaris eksekutif Caritas Filipina, sayap aksi sosial konferensi para uskup Katolik, selama 10 tahun.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest