Home LiCAS.news Bahasa Indonesia Church & Society (Bahasa) 6 gereja di Filipina selatan ditutup setelah para imam terkena COVID-19

6 gereja di Filipina selatan ditutup setelah para imam terkena COVID-19

Keuskupan Agung Cagayan de Oro di Filipina selatan memerintahkan penututpan enam gereja setelah para imamnya terinfeksi virus corona.

Uskup Agung Jose Cabantan dari Cagayan de Oro mengatakan gereja-gereja itu akan ditutup untuk kegiatan keagamaan dan acara lainnya mulai Rabu, 28 April.

Uskup Agung mengatakan gereja-gereja akan ditutup selama sepuluh hari dan akan didesinfeksi.


“Ini kejadian yang tidak terduga, tidak pernah terpikirkan, tidak pernah diharapkan,” kata Uskup Agung Cabantan. “Sayangnya sejumlah imam kami menjadi korban,” katanya.

Dalam surat “motu proprio” Uskup Agung Cabantan meminta umat untuk memahami keputusan sulit yang dibuatnya.

“Ini cara kami menunjukkan bahwa kami menyatu dengan masyarakat, pemerintah dan setiap orang atau entitas yang peduli dengan penanggulangan penyebaran virus COVID-19,” ujarnya.

Ia juga memohon doa bagi kesembuhan mereka yang terinfeksi virus dan agar tidak ada imam lain yang mengalami nasib yang sama, sehingga mereka akan terus melanjutkan pelayanan mereka.

- Newsletter -

“Saya juga dengan rendah hati mengucapkan terima kasih karena telah mendoakan saya selama saya di karantina bersama orang-orang yang tinggal di kediaman saya, dan meminta Anda semua untuk terus mendoakan saya,” katanya.

Pastor Der John Faborada, kepala Pusat Aksi Sosial keuskupan agung itu mengatakan enam imam yang terinfeksi itu termasuk Monsinyur Perseus Cabunoc, pastor paroki gereja paroki Jesus Nazareno di Barangay Lapasan, di mana patung “Calleron,” atau Black Nazarene, disimpan.

Uskup Agung Cabantan juga memerintahkan penutupan gereja paroki Jesus Nazareno di Lapasan dan gereja Santo Yosep Pekerja di Kota Cagayan de Oro.

Ikut ditutup adalah gereja paroki Bunda dari Kandelaria di kota Tagoloan, Gereja Bunda Maria dari Gunung Karmel di Bobontugan, gereja paroki Maria Dikandung Tanpa Noda di kota Jasaan, dan Gereja San Cruz di kota Laguindingan, semuanya di provinsi Misamis Oriental.

Uskup Agung Cabantan mengatakan keputusan itu dia ambil setelah berkonsultasi dengan Komite Krisis Kesehatan keuskupan agung.

Pastor Faborada mengatakan para imam dan anggota gereja yang melakukan kontak dekat dengan para imam yang terinfeksi telah melakukan karantina sendiri, termasuk Uskup Agung Cabantan.

Imam itu mengatakan uskup itu telah menyelesaikan karantina mandiri selama 14 hari dan dinyatakan negatif setelah dites.

Pastor Faborada mengatakan mereka masih menunggu hasil tes dari tiga pastor yang memiliki kontak dekat dengan para pastor yang terinfeksi.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest