Home LiCAS.news Bahasa Indonesia News (Bahasa) Paus Fransiskus desak pemimpin religius Filipina mencari cara baru pewartaan iman

Paus Fransiskus desak pemimpin religius Filipina mencari cara baru pewartaan iman

Paus Fransiskus mengimbau anggota tarekat religus di Filipina untuk membuka diri terhadap cara baru mewartakan Injil.

Paus mengatakan bahwa Gereja harus terbuka “terhadap cara-cara baru dalam memberikan kesaksian tentang sukacita Injil dan membentuk komunitas para murid pewarta.”

“Dengan cara ini, mereka akan diperbarui dalam cinta mereka kepada Kristus dan dalam kesetiaan pada karisma utama mereka,” kata Paus Fransiskus.


Seruan itu dibuat paus saat konvensi Asosiasi Pemimpin Tarekat Religius di Filipina (AMRSP) dalam rangka ulang tahunnya yang ke-50.

Pesan paus disampaikan oleh Kardinal Pietro Parolin, Sekretaris Negara Vatikan, dan dibacakan saat rapat oleh Uskup Agung Charles Brown, duta besar apostolik untuk Filipina, pada 28 April.

Sidang dua tahunan itu juga menandai 65 tahun berdirinya asosiasi pemimpin tarekat religius itu dan peringatan 50 tahun organisasi itu sebagai asosiasi bersama.

Dalam pesannya, Paus Fransiskus mengutip kontribusi yang dilakukan oleh berbagai “generasi orang-orang berkaul dalam pembangunan Gereja.”

Bapa Suci mengatakan upaya konkret ini dimanifestasikan melalui berbagai kerasulan dan karya amal.

- Newsletter -

Paus juga berdoa agar pertemuan asosiasi itu “akan menginspirasi pria dan wanita religius di Filipina untuk memahami cara-cara baru dalam memberikan kesaksian tentang sukacita Injil dan membentuk komunitas penting para murid misionaris.”

Sementara itu, Kongregasi untuk Tarekat Hidup Bakti dan Serikat Hidup Kerasulan menyoroti kepedulian dan komitmen asosiasi religius Filipina bagi orang miskin.

Kardinal Joao Braz de Aviz dari Brazil mengatakan para religius pria dan wanita di negara itu telah mendorong “kesaksian kenabian Injil” melalui karya mereka untuk keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan.

Ia mengatakan hasil nyata dari kekuatan penginjilan yang telah dilakukan oleh banyak kongregasi religius di negara itu “adalah panggilan yang tak terhitung jumlahnya yang memungkinkan Gereja Filipina menjadi gereja misioner saat ini”.

Seorang biarawati memegang lilin saat demonstrasi untuk menyerukan perdamaian di Manila. (Foto oleh Jire Carreon)

Kardinal itu mengungkapkan harapannya agar upaya “kreatif dan penuh semangat” dari warga Filipina terus dipertahankan “melalui kesegaran, kreativitas, dan pembukaan jalan baru untuk meneruskan pemberian itu”.

Tema perayaan ARMSP tahun ini adalah “50 Tahun AMRSP dalam 500 Tahun Kekristenan di Filipina, Merayakan Karunia Hidup Bakti dalam Misi Melayani Tuhan dan Kemanusiaan”.

AMRSP adalah forum gabungan Asosiasi Pemimpin Tarekat Religius Pria dan Asosiasi Pemimpin Tarekat Religus Wanita di Filipina.

Lembaga ini dibentuk pada awal 1970-an setelah terbentuknya perkumpulan tarekat pria dan wanita tahun 1950-an, atas arahan dari Kongregasi Religius untuk membentuk organisasi komunitas religus (wanita/pria) yang permanen di Filipina yang diwakili oleh para superior tarekat.

Anggaran dasar awal dari lembaga itu mengatakan tujuan dari asosiasi itu adalah “untuk mengkoordinasikan komunitas-komunitas religius, untuk mempelajari masalah yang menjadi kepentingan bersama, dan untuk memastikan solusi yang lebih efektif melalui kerjasama yang erat.”

Mereka juga diberi mandat “untuk mengkoordinasikan kegiatan semua tarekat hidup bakti dan serikat hidup apostolik” pria dan wanita di Filipina,” untuk mempelajari masalah dan hal-hal yang menjadi kepentingan bersama dan untuk mengambil solusi yang lebih efektif melalui dialog dan kerja sama. ”

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Make a difference!

We work tirelessly each day to support the mission of the Church by giving voice to the voiceless.
Your donation will add volume to our effort.
Monthly pledge

Latest