Home LiCAS.news Bahasa Indonesia Church & Society (Bahasa) Dibunuh mafia Italia, hakim muda ini dibeatifikasi

Dibunuh mafia Italia, hakim muda ini dibeatifikasi

Known as the "boy judge" because he looked younger than his 37 years, Rosario Livatino had led many investigations into the mob

Dikenal sebagai “hakim awet muda” karena terlihat lebih muda dari usianya  37 tahun, Rosario Livatino melakukan berbagai penyelidikan atas kejahatan mafia.

Seorang hakim Italia yang dibunuh oleh mafia di Sisilia pada tahun 1990 dibeatifikasi pada hari Minggu, 9 Mei,  atas upayanya mendorong penebusan melalui keadilan.

“Dalam pengabdiannya kepada masyarakat sebagai hakim yang terhormat, yang tidak pernah membiarkan dirinya menjadi korup, [Rosario Livatino] berusaha untuk tidak mengutuk tetapi untuk merehabilitasi,” kata Paus Fransiskus.




Livatino ditembak mati oleh pembunuh bayaran mafia saat dia sedang mengemudikan kendaraannya di sebuah jalan raya di Sisilia.

Meskipun hidupnya dalam bahaya, ia menolak pengawalan bersenjata. Dia mencoba menyelamatkan diri dari para penyerangnya, tetapi ditangkap dan dibunuh di sebuah lapangan.

Dikenal sebagai “hakim awet muda ” karena ia terlihat lebih muda dari usianya yang 37 tahun, Livatino telah memimpin banyak penyelidikan ke dalam gerombolan mafia pada saat klan Sisilia terlibat dalam perang besar-besaran.

Ia dibeatifikasi saat dalam sebuah upacara di Katedral Agrigento di Sisilia, di mana sebuah kotak kaca yang berisi kemejanya yang berlumuran darah dipajang sebagai relikui.

- Newsletter -

Berbicara kepada para peziarah di Kota Vatikan, Paus Fransiskus memuji hakim muda itu.

“Semoga teladannya bagi semua orang, terutama bagi para hakim, menjadi inspirasi untuk menjadi pembela hukum dan kebebasan yang setia,” kata paus.

Tiga tahun setelah kematiannya, Paus Yohanes Paulus mengunjungi Sisilia dan memuji Livatino sebagai “martir keadilan”.

Paus Fransiskus membuka jalan menuju kanonisasinya pada bulan Desember, dengan menyetujui dekrit kemartiran yang berarti tidak perlu mukjizat untuk dikaitkan dengannya.

Akan tetapi sebuah keajaiban harus disematkan kepada Livatino agar dia bisa dinyatakan sebagai orang kudus.

Berbicara setelah doa Regina Coeli pada hari Minggu, Paus Fransiskus mengatakan hakim Sisilia itu adalah “martir keadilan dan iman.”

Pada hari yang sama Lavatino dibeatifikasi, Dikasteri Promosi Pembangunan Manusia Seutuhnya mengumumkan telah membentuk “kelompok kerja” yang didedikasikan untuk “ekskomunikasi para anggota mafia.”

Sebuah siaran pers mencatat bahwa dalam sejarah Gereja, Lavatino adalah hakim pertama yang dibeatifikasi, dan menyebutkan dia “dengan berani menjalankan profesinya sebagai bentuk misi awam.”

Kelompok kerja itu akan mempelajari tema ekskomunikasi anggota mafia, bekerja dengan para uskup di seluruh dunia, dan mendorong berbagai inisiatif di bidang ini.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest