Home LiCAS.news Bahasa Indonesia Church & Society (Bahasa) Umat Katolik Brunei berduka atas wafatnya Kardinal Cornelius Sim

Umat Katolik Brunei berduka atas wafatnya Kardinal Cornelius Sim

Paus Fransiskus meningkatkan status Uskup Sim menjadi kardinal pada konsistori 28 November 2020. Namun ia tidak bisa hadir karena pembatasan akibat pandemi

Umat Katolik di Brunei Darussalam berdukacita atas meninggalnya pemimpin mereka, Kardinal Cornelius Sim.

Kardinal Sim yang merupakan kardinal pertama dan satu-satunya asal Brunei, meninggal dunia saat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Taipei, Taiwan, pada Sabtu, 29 Mei.

Prelatus itu dilaporkan mengalami serangan jantung saat menjalani pengobatan kanker.

“Marilah kita bersatu dalam doa bersama anggota keluarganya, para imam, religius dan semua umat beriman di Brunei pada saat kehilangan dan duka ini,” kata Uskup Sebastian Francis, presiden Konferensi Waligereja Malaysia-Singapura-Brunei dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan tak lama setelah kematian Kardinal Sim.

Segera setelah mendengar berita itu, Uskup Kalookan di Filipina Mgr Pablo Virgilio David mengatakan kepada LiCAS.news, “Saya sangat sedih dengan berita ini. Kardinal Cornelius sangat dekat dengan para uskup di Filipina.”

Paus Fransiskus mengangkat Uskup Sim menjadi kardinal pada konsistori pada 28 November 2020, dan mendapat mandat sebagai imam kardinal di gereja San Giuda Taddeo Apostolo (Gereja St. Yudas Tadeus Rasul) di Roma.




Pada 16 Desember 2020, ia diangkat menjadi anggota Kongregasi Klerus.

- Newsletter -

Akan tetapi karena pandemi virus corona, Kardinal Sim tidak dapat melakukan perjalanan ke Vatikan untuk mengikuti konsistori dan menerima biretta.

Tidak lama setelah penunjukannya sebagai kardinal, pemimpin Gereja di Brunei itu memberikan sekilas gambaran tentang bagaimana hidup menggereja di “pinggiran.”

Dalam sebuah wawancara, Kardinal Sim menggambarkan vikariatnya sebagai gereja “pinggiran dalam pinggiran.”

Kardinal Sim mengatakan pengangkatannya adalah pengakuan atas komunitas Katolik kecil dan “kontribusi yang diberikan gereja-gereja kecil kepada Gereja Universal.”

Pada tahun 2004, Paus St. Yohanes Paulus II menunjuk Pastor Sim sebagai vikaris apostolik dan uskup lokal pertama Brunei, sebuah negara kecil di Asia Tenggara yang mayoritas penduduknya adalah Muslim.

Brunei, sebuah negara kecil tapi makmur di pantai timur laut Kalimantan, memiliki program kesejahteraan yang sangat dermawan dengan sebagian besar kekayaannya berasal dari minyak bumi dan gas.

Penduduk negara itu mencapai sekitar 460.000, mayoritas beragama Islam. Jumlah umat Katolik hanya sekitar 16.000 orang, kebanyakan pendatang atau ekspatriat asal Filipina.

Selain Kardinal Sim, ada tiga imam lainnya yang melayani sebagai gembala bagi komunitas Katolik di negara itu.

Kardinal Sim adalah seorang insinyur listrik dengan diploma dari Universitas Dundee di Inggris Raya.

Insinyur yang menjadi imam

Sebelum menjadi imam Kardinal Sim adalah seorang insinyur dengan pekerjaan yang bagus.

Setelah bekerja selama sekitar sepuluh tahun dengan Shell, sebuah perusahaan minyak dan gas multinasional Inggris-Belanda di Brunei dan Eropa, ia memutuskan untuk belajar menjadi imam.

Ia ditahbiskan pada tahun 1989.

Ketika Paus St. Yohanes Paulus II memisahkan Brunei dari Keuskupan Miri-Brunei dan mendirikan Prefektur Apostolik Brunei pada tahun 1998, ia menunjuk Pastor Sim sebagai prefeknya.

Ketika Brunei diangkat menjadi vikariat apostolik pada bulan Oktober 2004, ia diangkat menjadi vikaris apostolik yang pertama. Ia ditahbiskan menjadi uskup pada Januari 2005.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest