Home LiCAS.news Bahasa Indonesia News (Bahasa) Paus Fransiskus ingatkan para imam agar selalu menyatu dengan umat

Paus Fransiskus ingatkan para imam agar selalu menyatu dengan umat

“Seorang imam yang tidak memiliki selera humor, atau tidak menyukainya, berarti ada yang salah,” kata Paus Fransiskus

Paus Fransiskus mengingatkan para imam untuk selalu menjadi “gembala berbau domba,” seorang yang menyatu erat dengan umat, saat ia bertemu dengan sekelompok imam asal Prancis yang sedang belajar di Roma.

Paus mendesak para imam untuk selalu mengakar dalam situasi umat mereka dan harus mampu hidup, tertawa dan menangis bersama umat.

“Imamat yang terisolasi dari umat Allah, bukanlah imamat Katolik,” kata paus saat pertemuan pada 7 Juni itu.




“Para imam yang ‘superman’ berakhir dengan buruk, semuanya,” kata paus. “Imam yang rapuh, yang mengetahui kelemahannya dan membicarakannya dengan Tuhan, dia akan baik-baik saja,” tambahnya.

“Bebaskan diri Anda dari ide-ide yang telah terbentuk sebelumnya, mimpi Anda akan kebesaran, penegasan atas diri Anda, dan tempatkan Tuhan dan orang lain pada pusat perhatian Anda setiap hari,” desak paus.

Ia juga memperingatkan para imam agar tidak menempatkan identitas sebagai “intelektual” di atas identitas sebagai “gembala.”

Berkaca pada kehidupan masyarakat, Bapa Suci menyinggung  godaan untuk bergosip atau membuat kelompok tertutup yang dapat merusak persaudaraan.

“Semoga kalian selalu menerima satu sama lain sebagai hadiah,” katanya.

- Newsletter -

“Dalam persaudaraan yang hidup dalam kebenaran, dalam hubungan yang tulus dan dalam kehidupan penuh doa, kita dapat membentuk komunitas di mana kita dapat menghirup udara sukacita dan kelembutan.”

“Imam adalah seorang yang, dalam terang Injil, menyebarkan cita rasa Tuhan di sekelilingnya dan membawa harapan ke hati yang gelisah,” katanya.

Paus Fransiskus mendorong para imam muda untuk tidak takut memimpikan sebuah Gereja yang sepenuhnya melayani anggotanya dan dunia, karena masing-masing dari mereka memberikan kontribusi.

“Jangan takut untuk mengambil risiko, untuk maju karena Anda dapat melakukan segalanya bersama Kristus yang memberi Anda kekuatan,” katanya.

“Bersama Kristus, Anda dapat menjadi rasul sukacita, menumbuhkan rasa syukur dalam diri Anda demi melayani saudara-saudari dan Gereja.”

“Imam yang tidak punya selera humor, tidak menyukainya, berarti ada yang salah. Tirulah para imam hebat yang menertawakan orang lain, menertawakan diri sendiri, dan bahkan pada bayangan mereka sendiri,” katanya.

“Dan tanamkan di dalam dirimu rasa syukur karena telah melayani saudara-saudarimu dan Gereja.” – Laporan tambahan dari CNA

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest