Home LiCAS.news Bahasa Indonesia News (Bahasa) Uskup Jerman: Paus Fransiskus mendorong kami melanjutkan 'Jalan Sinodal'

Uskup Jerman: Paus Fransiskus mendorong kami melanjutkan ‘Jalan Sinodal’

Uskup Jerman meyakinkan Paus Fransiskus bahwa 'rumor' Gereja Jerman berusaha untuk membelot dari Gereja di seluruh dunia adalah tidak benar.

Paus Fransiskus mendorong Gereja Katolik Jerman untuk melanjutkan “Jalan Sinodal” yang kontroversial, kata Uskup Georg Bätzing setelah audiensi pribadi di Vatikan, 24 Juni.

Bätzing, ketua konferensi para uskup Jerman, mengatakan dia meyakinkan paus bahwa “rumor” tentang Gereja Jerman berusaha untuk menyimpang dari Gereja Katolik di seluruh dunia adalah tidak benar, lapor CNA Deutsch, mitra CNA berbahasa Jerman

“Saya memberi tahu paus secara rinci tentang status Jalan Sinode dan menjelaskan bahwa desas-desus bahwa Gereja di Jerman ingin menempuh jalannya sendiri tidak benar,” kata uskup itu dalam sebuah pernyataan di situs web konferensi waligereja Jerman.




“Paus Fransiskus mendorong kami untuk melanjutkan Jalan Sinodal, untuk membahas pertanyaan-pertanyaan yang ada secara terbuka dan jujur, dan untuk menghasilkan rekomendasi untuk perubahan dalam cara Gereja bertindak.”

“Pada saat yang sama, dia meminta Gereja di Jerman untuk membantu membentuk jalan sinodalitas yang dia gagas menuju Sinode Para Uskup pada tahun 2023.”

Kantor pers Tahta Suci menyebutkan bahwa Bätzing bertemu paus setelah Kardinal Luis Ladaria, prefek Kongregasi Ajaran Iman, yang baru-baru ini melakukan intervensi di Jerman atas proposal untuk interkomuni antara Katolik dan Protestan.

Sebuah foto tentang audiensi itu menunjukkan Bätzing menyapa paus dengan kepala tertunduk dengan zucchetto (topi) di tangannya.

Pertemuan itu terjadi pada saat pergolakan besar di Gereja Jerman, setelah Kardinal Reinhard Marx yang berpengaruh mengajukan pengunduran diri kepada paus, dengan mengatakan bahwa Gereja telah mencapai “jalan buntu.”

- Newsletter -

Paus menolak pengunurandiri Karinal Marx, tetapi mengakui bahwa skandal pelecehan telah menjerumuskan Gereja ke dalam krisis.

Dalam pernyataannya pada 24 Juni, Bätzing menyinggung tentang audiensi pribadi pertamanya dengan paus setelah pemilihannya sebagai ketua konferensi uskup Jerman pada Juni 2020.

“Setelah kunjungan pengukuhan saya ke Paus Fransiskus sebagai presiden konferensi para uskup Jerman setahun yang lalu, saya dapat bertemu dengan Bapa Suci lagi hari ini, setelah pandemi yang panjang,” katanya.

“Pembicaraan kami pertama-tama terfokus pada situasi Gereja di Jerman terkait proses kasus pelecehan seksual dan situasi sulit di beberapa keuskupan. Paus Fransiskus sangat menyadari situasi Gereja di Jerman. Dia berharap ketegangan dapat diatasi.”

Para pemimpin Gereja Jerman dan pejabat Vatikan telah berulang kali bentrok mengenai Jalan Sinodal, sebuah proses yang mempertemukan para uskup Jerman dan orang awam untuk membahas empat topik utama: cara kekuasaan dijalankan dalam Gereja, moralitas seksual, imamat, dan peran perempuan.

Para uskup Jerman pada awalnya mengatakan bahwa proses itu akan berakhir dengan serangkaian pemungutan suara yang “mengikat”—yang meningkatkan kekhawatiran di Vatikan bahwa resolusi tersebut mungkin menantang ajaran dan disiplin Gereja.

Vatikan mengirim surat kepada para uskup Jerman bahwa rencana itu ‘tidak sah secara eklesiologis’.

Setelah bolak-balik antara konferensi para uskup dan pejabat Vatikan, Jalan Sinodal dimulai pada 1 Desember 2019 dan diperkirakan akan berakhir pada Februari 2022.

Sejumlah tokoh senior Gereja di luar Jerman telah menyuarakan kekhawatiran bahwa Jalan Sinode akan menyebabkan perpecahan antara umat Katolik Jerman di Roma.

Tiga umat Katolik dari Keuskupan Essen di Jerman telah mengajukan “dubium” ke Vatikan untuk menanyakan apakah Gereja di Jerman sedang dalam perpecahan.

Bätzing bersikeras bahwa umat Katolik di negara itu bukanlah “skismatik.”

CNA Deutsch melaporkan bahwa teolog Katharina Westerhorstmann, seorang peserta Jalan Sinodal, baru-baru ini menyarankan bahwa proses tersebut harus ditunda sehubungan dengan rencana untuk melibatkan Gereja di seluruh dunia dalam persiapan untuk sinode para uskup tahun 2023 tentang sinodalitas di Roma.

Vatikan menyatakan keprihatinannya menjelang acara yang akan mempromosikan interkomuni antara Katolik dan Protestan meskipun ada hambatan teologis yang signifikan.

Acara puncak akan ditandai dengan para pemimpin Katolik dan Protestan dari inisiatif tersebut secara terbuka saling menerima komuni di gereja masing-masing.

“Seperti yang saya lakukan setahun yang lalu, saya merasa dikuatkan oleh Paus Fransiskus di kantor saya sebagai uskup Limburg dan dalam tugas saya sebagai ketua konferensi uskup Jerman,” kata Uskup Bätzing menutup pernyataannya.

“Saya terkesan dengan pemahaman yang seimbang yang memungkinkan dia memahami situasi Gereja di Jerman dan mengungkapkan masalahnya dengan kata-kata. Paus Fransiskus akan menemani Gereja di negara kita untuk keluar dari krisis,” tambah Batzig.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Make a difference!

We work tirelessly each day to support the mission of the Church by giving voice to the voiceless.
Your donation will add volume to our effort.
Monthly pledge

Latest