Home LiCAS.news Bahasa Indonesia News (Bahasa) Paus Fransiskus tersentuh oleh doa dari berbagai pihak untuk kesembuhannya

Paus Fransiskus tersentuh oleh doa dari berbagai pihak untuk kesembuhannya

Berbagai pemimpin agama dan politik di seluruh dunia menyampaikan harapan dan doa agar paus cepat pulih pasca operasi

Paus Fransiskus menyampaikan terima kasih atas doa dari berbagai kalangan saat ia dalam pemulihan di rumah sakit setelah menjalani operasi,.

Kantor pers Takhta Suci mengumumkan pada 7 Juli bahwa Paus Fransiskus mengalami kemajuan “secara teratur dan memuaskan” dalam pemulihannya setelah menjalani operasi pada usus besarnya pada Minggu malam.

“Paus Fransiskus tersentuh oleh banyak pesan dan kasih sayang yang diterima selama beberapa hari ini, dan mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kedekatan dan doa,” kata juru bicara Vatikan Matteo Bruni.




Bruni menambahkan bahwa paus makan secara teratur dan tidak lagi membutuhkan perawatan intravena.

Vatikan mengatakan pada 4 Juli bahwa paus berada di rumah sakit untuk menjalani operasi untuk menghilangkan penyempitan usus besar yang disebabkan oleh divertikulitis, suatu kondisi umum yang melibatkan pembentukan benjolan kecil atau kantung di dinding usus besar.

Operasi yang dilakukan dengan anestesi umum itu berlangsung selama tiga jam dan termasuk untuk hemikolektomi atau pengangkatan satu sisi usus besar.

Bruni mengatakan pada 7 Juli bahwa pemeriksaan terakhir Paus Fransiskus mengkonfirmasi bahwa ada “stenosis divertikular [penyempitan] yang parah dengan tanda-tanda divertikulitis sklerosis [pengerasan].

Tindakan itu merupakan operasi besar pertama Paus Fransiskus yang berusia 84 tahun selama masa kepausannya. Pada tahun 2019, ia menjalani operasi rawat jalan untuk katarak dan kadang-kadang ia mengalami nyeri panggul.

- Newsletter -

Berbagai pemimpin agama dan politik di seluruh dunia telah menyampaikan harapan dan doa mereka untuk paus saat dia menjalani proses pemulihan di rumah sakit.

Paus emeritus Benediktus XVI, yang tinggal di Biara Mater Ecclesiae di Kota Vatikan, juga berdoa untuk Paus Fransiskus.

Uskup Agung Georg Gänswein, sekretaris pribadi Benediktus, mengatakan kepada media Italia bahwa paus emeritus “dengan penuh kasih mengarahkan pikirannya kepada Paus Fransiskus dan dengan sungguh-sungguh berdoa untuknya,” lapor Vatican News versi Bahasa Jerman pada 6 Juli.

Paus Fransiskus tinggal di Rumah Sakit Universitas Gemelli, yang terletak di bukit tertinggi Roma, Monte Mario.

Kamar rumah sakit paus berada di lantai 10 poliklinik yang besar yand terletak di sayap yang disediakan untuk keadaan darurat medis kepausan. Ruang medis paus dapat diketahui dari jalan melaui lima jendela besar yang ditutupi oleh tirai putih.

Tempat itu adalah ruangan yang sama di mana Paus Yohanes Paulus II tinggal selama menjalani sejumlah perawatan di rumah sakit, termasuk untuk operasi usus besar pada tahun 1992 dan rawat inap setelah ditembak pada tahun 1981.

Perbandingan tersebut memunculkan spekulasi apakah Paus Fransiskus akan menyampaikan pidato Angelus pada hari Minggu dari jendela rumah sakit, seperti yang pernah dilakukan oleh Yohanes Paulus II.

Pada bulan Juli, Paus Fransiskus biasanya beristirahat dari kesibukannya. Audiensi hari Rabu dengan publik dan pertemuan lainnya ditangguhkan selama bulan ini. Satu-satunya kegiatan publik yang dijadwalkan pada bulan Juli adalah Angelus pada hari Minggu.

Juru bicara Vatikan Matteo Bruni mengatakan pada 5 Juli bahwa paus diperkirakan akan menghabiskan tujuh hari untuk pemulihan di rumah sakit, kecuali kalau komplikasi.

Menurut beberapa media Italia, sebuah tim medis yang terdiri dari 10 ahli bedah dan dokter terlibat dalam tindakan untuk Paus Fransiskus, di mana beberapa “komplikasi” muncul.

Komplikasi menyebabkan operasi menjadi lebih invasif daripada laparoskopi yang direncanakan semula. Namun Vatikan belum mengkonfirmasi hal ini.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest