Home LiCAS.news Bahasa Indonesia Church & Society (Bahasa) Uskup se-Asia usulkan cara merayakan Hari Kakek Nenek dan Lansia Sedunia pertama

Uskup se-Asia usulkan cara merayakan Hari Kakek Nenek dan Lansia Sedunia pertama

Gereja Katolik akan merayakan Hari Kakek Nenek dan Lansia Sedunia pada hari Minggu keempat bulan Juli

Para uskup se-Asia mengeluarkan ‘saran’ untuk merayakan Hari Kakek-Nenek dan Lansia Sedunia yang akan dirayakan pertama kali dalam bulan ini melalui buletin khusus yang dirilis oleh Kantor Awam dan Keluarga Federasi Konferensi Waligereja Asia (FABC-OLF).

Paus Fransiskus mengumumkan pada bulan Januari bahwa mulai tahun ini, Gereja Katolik akan merayakan Hari Kakek Nenek dan Lansia Sedunia yang dirayakan pada hari Minggu keempat bulan Juli.

“Kakek dan nenek sering dilupakan, dan kita melupakan kekayaan melestarikan dan mewariskan asal muasal ini. Untuk alasan ini, saya telah memutuskan untuk menetapkan Hari Kakek Nenek dan Lansia Sedunia ,” kata Paus.




Bapa Suci memilih tema “Aku menyertai kalian sampai akhir zaman (Mat 28:20)” untuk perayaan pertama kalinya pada hari Minggu, 25 Juli, menjelang pesta St. Yoakim dan Sta Ana, orangtua Bunda Maria, kakek-nenek Yesus, pada 26 Juli.

Untuk mempersiapkan Hari Kakek Nenek dan Lansia Sedunia, Uskup Agung Gilbert Garcera dari Lipa di Filipina, ketua FABC-OLF, mengumpulkan informasi dari konferensi para uskup di wilayah itu tentang pelayanan pastoral untuk kakek-nenek dan lanjut usia.

FABC-OLF mengirimkan tiga pertanyaan ke konferensi para uskup untuk mengetahui tanggapan pastoral Gereja saat ini terhadap kakek-nenek dan lansia di Asia. Survei juga meminta rencana promosi pelayanan pastoral kakek-nenek dan lanjut usia untuk tahun 2021.

Berdasarkan tanggapan tersebut, FABC-OLF menawarkan enam saran dalam merayakan Hari Kakek-Nenek dan Lansia Sedunia” di tengah pembatasan akibat pandemi.

Saran FABC-OLF meliputi:

- Newsletter -

– mengadakan misa syukur untuk Kakek-nenek dan Lansia
– bergabung dalam perayaan yang dipimpin Paus Fransiskus di Roma secara online
– mengakui kehadiran dan kebijaksanaan mereka dalam keluarga dan komunitas paroki dengan ungkapan terima kasih (bunga, salam, dan hadiah)
– mengadakan kebaktian atau jam suci pada 24 Juli malam
– sharing dengan anggota keluarga akan pentingnya hari itu dan pelayanan untuk merawat mereka
– menghabiskan waktu bersama kakek-nenek dan orang lanjut usia setelah Misa atau makan bersama mereka dalam keluarga

Seorang nenek diantar ke sebuah kuil di Tokyo dalam pada 17 Juli 2009. Pertumbuhan lansia di Jepang jauh lebih cepat daripada negara maju lainnya. (Foto oleh Thomas White/Reuters)

Uskup Agung Garcera mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Paus Fransiskus karena telah “mengilhami kita semua untuk mengakui karunia kehadiran, pelayanan, dan kontribusi misionaris dari para lansia dan kakek-nenek kita.”

Ia mendedikasikan edisi terbaru buletin FABC-OLF untuk semua uskup, biarawan dan biarawati, keluarga dan kolaborator awam “yang telah dikaruniai semangat untuk selalu menyimpan kata-kata dan gerak tubuh Yesus di dalam hati mereka, untuk mencintai dan melayani kaum lansia dan kakek-nenek.”

Uskup Agung Romulo Valles, presiden Konferensi Waligereja Filipina, telah mengeluarkan Pernyataan Pastoral tentang peluncuran Hari Kakek Nenek dan Lansia Sedunia di negara itu pada 4 Juni.

“Sebagai negara yang diberkati oleh 500 tahun Kekristenan, mari kita pastikan bahwa kakek-nenek tetap – dan merasa – bahwa para lansia adalah anggota keluarga, komunitas, dan bangsa kita yang sangat berharga,” katanya.

Catherine Wiley, pendiri International Catholic Grandparents Association, bergerak melampaui gagasan bahwa peran kakek-nenek adalah meneruskan iman dan menjadikan doa sebagai inti kehidupan keluarga.

Dalam pesannya yang dimuat di buletin FABC-OLF, Wiley mengatakan dia lebih suka memikirkan peran kakek-nenek dan lansia sebagai “agen rahmat dan cinta untuk cucu-cucu mereka.”

Pada tanggal 13 Mei, Penitensiaria Apostolik mengumumkan dekrit yang memberikan Indulgensi Penuh pada perayaan Hari Kakek-nenek dan Lansia Sedunia. Orang tua dapat memperoleh indulgensi dengan berpartisipasi dalam salah satu misa yang dirayakan pada tanggal 25 Juli.

Indulgensi diberikan kepada mereka yang berpartisipasi melalui televisi, radio atau internet karena alasan kesehatan atau pembatasan Covid-19. Indulgensi juga diberikan kepada semua orang yang melakukan ‘karya belas kasih’ pada tanggal 25 Juli dengan mengunjungi orang tua yang sendirian.

Dimungkinkan juga untuk mendapatkan indulgensi melalui pertemuan virtual seperti panggilan telepon karena mengunjungi secara langsung dilarang oleh otoritas publik untuk menghindari penularan virus corona.

Pada tahun 2008, Paus Benediktus XVI menyusun doa universal bagi kakek-nenek pada Asosiasi Kakek-Nenek Katolik.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest