Home LiCAS.news Bahasa Indonesia News (Bahasa) Para uskup puji peraih medali emas Olimpiade asal Filipina atas devosi kepada...

Para uskup puji peraih medali emas Olimpiade asal Filipina atas devosi kepada Bunda Maria

Hidilyn Diaz meraih medali emas Olimpiade pertama untuk Filipina dalam cabang angkat besi 55 kilogram putri

Listen to this article: Bishops laud Philippines’ first ever Olympic gold medalist for devotion to Virgin Mary

Para uskup Katolik Filipina mengucapkan selamat kepada peraih medali emas Olimpiade pertama negara itu, atlet angkat besi Hidilyn Diaz, tidak hanya atas kemenangannya tetapi juga atas iman dan devosinya kepada Santa Perawan Maria.

“Kami mengagumi devosinya kepada Bunda Maria yang digambarkannya dalam kemenangannya karena iman kepada Tuhan,” kata Uskup Agung Romulo Valles, presiden konferensi waligereja Filipina.

Prelatus itu mengatakan dia melihat di salah satu foto atlet peraih medali emas itu memegang “Medali Ajaib Bunda Maria” tergantung di dadanya.



“Hidilyn adalah atlet angkat besi sejati yang mendapatkan kekuatan dari cintanya pada negara dan iman Katolik yang dalam,” kata uskup agung itu.

Diaz memenangkan medali emas Olimpiade pertama untuk Filipina dalam cabang angkat besi 55 kilogram putri. Dia juga membuat rekor Olimpiade setelah mengangkat berat gabungan 224 kilogram.

Setelah menyelesaikan angkatan terakhirnya dalam kompetisi yang sangat ketat pada 26 Juli, Diaz memegang tangannya ke wajahnya dan menangis dan mencengkeram medali di lehernya.

“Terima kasih, Tuhan, terima kasih Tuhan,” katanya berkali-kali sambil menangis.

Di podium penganugerahan medali, Diaz menunjuk ke langit setelah menyanyikan lagu kebangsaan Filipina.

- Newsletter -

Kemudian dia membuat Tanda Salib sebelum turun dan berteriak “Mabuhay ang Pilipinas!” (“Hidup, Filipina!”)

Hidilyn Diaz dari Filipina bersukacita setelah angkatan yang menentukan medali emas baginya. (Foto Reuters)

Kardinal Jose Advincula dari Manila mengatakan Diaz telah memberikan inspirasi bagi rakyat Filipina.

“Terima kasih, Hidilyn, atas kehormatan luar biasa yang telah Anda berikan kepada negara kita,” kata uskup agung Manila itu

“Keberhasilan Anda memberikan cahaya, inspirasi, dan harapan bagi kita semua, terutama di masa-masa sulit ini,” katanya dalam sebuah wawancara dengan Radio Veritas milik Gereja.

Kardinal mengagumi iman dan kepercayaan Diaz kepada Tuhan.

“Terima kasih atas kesaksian imanmu yang kuat kepada Tuhan dan cinta yang mendalam kepada Santa Perawan Maria. Terima kasih telah mengingatkan kami bahwa tidak ada kesuksesan sejati jika tidak datang dari Tuhan,” kata Kardinal Advincula.

“Dengan sangat bangga dan gembira kami mengucapkan selamat kepada Nona Hidilyn Diaz atas kemenangan bersejarahnya,” kata para uskup Katolik Filipina dalam sebuah pernyataan.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Hidilyn karena telah membawa kehormatan bagi negara kita dengan semangatnya yang teguh dan yang tak pernah padam atas apa yang dia lakukan,” kata Uskup Agung Valles.

“Selamat, Hidilyn! Semoga Tuhan terus memberkati Anda dengan ketekunan!”

Uskup Ruperto Santos dari Komisi Episkopal untuk Migran dan Perantauan dari Konferensi Waligereja Filipin mengatakan kemenangan Diaz menunjukkan bahwa orang Filipina dapat bangkit menghadapi tantangan apa pun dengan bantuan Tuhan.

“Dia telah menunjukkan kepada kita bahwa orang Filipina bisa. Kita bisa bangkit dari segala tantangan dalam hidup. Kita bisa mengatasi semua rintangan,” kata uskup.

“Belajar dari apa yang telah dia lakukan dan katakan, mari kita beriman kepada Tuhan, percaya pada diri kita sendiri dan melakukan semua untuk negara kita,” tambah Uskup Santos.



Dalam sebuah wawancara media pada hari Selasa, Diaz mengatakan “Medali Ajaib Bunda Maria” diberikan kepadanya oleh teman-temannya sebelum pergi ke Tokyo untuk pertandingan awal bulan ini.

“Mereka berdoa novena sebelum kompetisi saya,” katanya kepada wartawan dan menambahkan bahwa dia berterima kasih kepada mereka yang telah mendoakannya.

“Saya juga berdoa novena,” katanya.
Apa itu novena?

Doa novena adalah devosi spiritual populer di kalangan umat Katolik Filipina yang terdiri dari pembacaan satu set bentuk doa selama sembilan hari berturut-turut, untuk memohon bantuan ilahi atau dalam persiapan untuk pesta liturgi atau sebagai partisipasi dalam acara penting seperti Tahun Yubileum.

Ia mengatakan medali yang dipakainya adalah tanda doa dan iman kepada Bunda Maria dan Yesus Kristus, dan menambahkan bahwa imannya kepada Tuhan adalah alasan utama keberhasilannya.

Kerja keras
Diaz adalah anak kelima dari enam bersaudara dari seorang sopir motor roda tiga  di sebuah desa kecil di kota Zamboanga, Filipina selatan.

Dalam wawancara media sebelumnya, dia mengatakan bahwa ketika dia masih kecil dia ingin menjadi seorang bankir sehingga ibunya akan berhenti mengeluh tentang kekurangan uang.

Namun, seorang sepupunya memperkenalkannya pada angkat besi saat berusia 10 tahun dengan melatihnya dengan barbel yang terbuat dari pipa plastik dan beban beton cor di kedua ujungnya.

Tahun 2002, ia bergabung dengan kompetisi pertamanya dalam angkat besi di pertandingan nasional di mana ia mendapat medali emas.

Tahun 2007, untuk pertama kali Diaz bergabung dalam SEA Games dan meraih perunggu dalam kategori 58 kg.

Ketika dia berusia 17 tahun pada tahun 2008, ia mengikuti kompetisi di Olimpiade Beijing di mana dia menempati urutan ke-11 dari 12 atlet angkat besi.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Make a difference!

We work tirelessly each day to support the mission of the Church by giving voice to the voiceless.
Your donation will add volume to our effort.
Monthly pledge

Latest