Home LiCAS.news Bahasa Indonesia News (Bahasa) Paus Fransiskus kepada Sekjen PBB: Kelaparan dunia adalah 'kejahatan kemanusiaan'

Paus Fransiskus kepada Sekjen PBB: Kelaparan dunia adalah ‘kejahatan kemanusiaan’

Dalam pesannya kepada Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, paus menyerukan “pola pikir baru” dalam perjuangan melawan kekurangan gizi

Listen to this article: Pope Francis to UN chief: World hunger ‘a crime that violates basic human rights’

Paus Fransiskus menggambarkan kelaparan dunia saat ini  sebagai “kejahatan yang melanggar hak asasi manusia.”

Dalam pesan kepada Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, pada 26 Juli, Paus Fransiskus menyerukan “pola pikir baru” dalam pertempuran melawan kekurangan gizi.

“Kita menghasilkan makanan yang cukup untuk semua orang, tetapi banyak yang tidak sesuatu untuk dimakan setiap hari. Ini ‘merupakan skandal nyata,’ kejahatan yang melanggar hak asasi manusia,” katanya, mengutip ensiklik Fratelli tutti yang dikeluarkan tahun 2020.




“Oleh karena itu, adalah tugas semua orang untuk memberantas ketidakadilan ini melalui tindakan nyata dan praktik yang baik, dan melalui kebijakan lokal dan internasional yang berani.”

Paus mengirim pesan tersebut kepada Sekjen PBB pada awal Pra-KTT Sistem Pangan PBB di Roma. Acara yang diadakan pada 26-28 Juli ini berusaha untuk membangun momentum menjelang KTT di New York pada bulan September.

PBB memperkirakan bahwa sekitar 690 juta orang – 8,9% dari populasi dunia – menderita kelaparan, yang meningkat hampir 60 juta dalam lima tahun.

“Jika kita ingin menjamin hak dasar untuk standar hidup yang layak dan memenuhi komitmen kita untuk mencapai Zero Hunger, itu tidak cukup untuk menghasilkan makanan,” tulis paus, yang kembali ke Vatikan pada 14 Juli setelah menjalani operasi usus besar di sebuah rumah sakit.

“Kita membutuhkan pola pikir dan pendekatan holistik yang baru dan merancang sistem pangan yang melindungi Bumi dan menjaga martabat pribadi manusia sebagai pusat, agar menjamin pangan yang cukup secara global dan mempromosikan pekerjaan yang layak secara lokal, serta  memberi makan dunia saat ini, tanpa mengorbankan masa depan.”

- Newsletter -

Paus Fransiskus secara konsisten menyoroti kelaparan yang dialami dunia ia teriliha pada Maret 2013.

Ia memberikan sumbangan tahun lalu untuk Program Pangan Dunia ketika organisasi PBB bekerja untuk memberi makan 270 juta orang di tengah meningkatnya kelaparan akibat krisis virus corona.

Paus mengatakan kepada Organisasi Pangan dan Pertanian PBB pada bulan Juni bahwa pandemi harus memacu upaya untuk menciptakan sistem pangan global yang sanggup menahan guncangan di masa depan.

Dalam pesannya kepada Guterres, yang adalah seorang Katolik, paus mengatakan: “Kami sadar bahwa kepentingan ekonomi individu, tertutup, dan saling bertentangan, namun sangat kuat, mencegah kita merancang sistem pangan yang menanggapi nilai-nilai kebaikan bersama, solidaritas dan budaya perjumpaan.”

“Jika kita ingin mempertahankan multilateralisme yang bermanfaat dan sistem pangan berdasarkan tanggung jawab, maka keadilan, perdamaian, dan persatuan keluarga manusia menjai sangat penting.”

“Krisis yang kita hadapi saat ini merupakan kesempatan istimewa untuk terlibat dalam dialog yang otentik, jujur,  dan berani, untuk mengatasi akar dari sistem pangan kita yang tidak adil.”

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest