Home LiCAS.news Bahasa Indonesia Church & Society (Bahasa) Paus Fransiskus desak legislator Katolik untuk melindungi martabat manusia

Paus Fransiskus desak legislator Katolik untuk melindungi martabat manusia

“Di zaman kita sekarang, salah satu tantangan terbesar yang kita hadapi adalah pengelolaan teknologi untuk kebaikan bersama,” kata Paus Fransiskus

Paus Fransiskus mendesak anggota parlemen Katolik untuk melindungi martabat manusia secara online dengan menggunakan kebijakan publik seperti memerangi pornografi anak, pelanggaran data, dan serangan dunia maya lainnya.

“Di zaman kita sekarang ini, salah satu tantangan terbesar yang kita hadapi adalah penggunaan teknologi untuk kebaikan bersama,” kata Paus Fransiskus di Istana Apostolik, 27 Agustus.

“Para pembuat undang-undang dapat melindungi martabat manusia dari apa pun yang mengancamnya melalui kebijakan dan peraturan. Misalnya ancaman pornografi anak, penyalahgunaan data pribadi, penyerangan terhadap infrastruktur kritis seperti rumah sakit, dan penyebaran informasi palsu di media sosial dan sebagainya,” ujarnya.




Saat berbicara kepada Jaringan Legislator Katolik Internasional, paus mendorong para politisi untuk melakukan segala upaya untuk melakukan refleksi moral yang serius dan mendalam tentang risiko dan kemungkinan yang terkait dengan kemajuan ilmiah dan teknologi.

Bapa Suci mengatakan bahwa refleksi moral atas teknologi akan membantu memastikan bahwa undang-undang dan peraturan berfokus pada mempromosikan pembangunan manusia yang integral, bukan hanya pada kemajuan itu sendiri.

“Keajaiban ilmu pengetahuan dan teknologi modern telah meningkatkan kualitas hidup kita,” kata paus.

“Pada saat yang sama, menyerahkannya pada kekuatan pasar saja, tanpa pedoman yang sesuai dari para legislator dan otoritas publik yang dipandu oleh rasa tanggung jawab sosial, inovasi ini dapat menjadi ancaman berat bagi martabat manusia.

Jaringan Legislator Katolik Internasional adalah sekelompok anggota parlemen Katolik dari seluruh dunia yang mengadakan pertemuan tahunan di Roma.

- Newsletter -

Kelompok yang didirikan pada 2010 oleh Kardinal Christoph Schönborn dari Austria dan David Alton, anggota parlemen (House of Lords) Inggris, memfokuskan diri untuk kebebasan beragama, hubungan Gereja-negara, perlindungan kehidupan, dan mengomunikasikan pemikiran Katolik dalam politik sekuler.

“Tugas Anda saat ini sebagai anggota parlemen dan pemimpin politik lebih penting dari sebelumnya. Memiliki tugas untuk melayani kebaikan bersama, Anda sekarang ditantang untuk mengarahkan upaya Anda pada pembaruan integral komunitas Anda dan masyarakat secara keseluruhan,” kata Paus Fransiskus.

“Ini lebih dari sekadar memerangi virus atau berusaha untuk kembali ke status quo sebelum pandemi. Tidak, itu akan gagal. Tugas ini menuntut Anda mengkonfrontasi penyebab yang lebih dalam yang telah diungkap dan diperburuk oleh krisis seperti kemiskinan, ketidaksetaraan sosial, pengangguran yang meluas, dan kurangnya akses ke pendidikan.”

Beberapa yang turut hadir pada audiensi dengan paus adalah Christiaan Alting von Geusau, presiden dan rektor Institut Teologi Internasional di Wina, Kardinal Schönborn, dan Patriark Ignatius Aphrem II dari Gereja Ortodoks Syria.

“Di zaman pergolakan dan polarisasi politik, legislator dan politisi pada umumnya tidak selalu dijunjung tinggi,” kata paus. “Namun,  panggilan apakah yang lebih mulia daripada melayani kebaikan bersama dan menempatkan kesejahteraan komunitas di atas keuntungan pribadi kita?”

“Jika kita ingin menyembuhkan dunia kita yang diuji dengan keras oleh pandemi, dan membangun masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di mana teknologi melayani kebutuhan manusia tanpa memisahkan kita dari satu sama lain, kita tidak hanya membutuhkan warga negara yang bertanggung jawab, tetapi juga pemimpin yang cakap yang terinspirasi oleh prinsip kebaikan bersama,” kata paus.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest