Home LiCAS.news Bahasa Indonesia Church & Society (Bahasa) Paus Fransiskus: Seorang perawat telah menyelamatkan hidup saya

Paus Fransiskus: Seorang perawat telah menyelamatkan hidup saya

Saat wawancara Paus Fransiskus juga membahas tentang rumor media baru-baru ini yang menyebut dirinya sedang mempertimbangkan untuk mengundurkan diri

Dalam sebuah wawancara dengan media baru-baru ini Paus Fransiskus mengatakan bahwa seorang perawat telah menyelamatkan hidupnya. Hal itu mengacu pada perawatan medis yang dia alami beberapa waktu lalu.

“Seorang perawat telah menyelamatkan hidup saya,” kata Paus Fransiskus kepada radio COPE Spanyol, dalam kutipan wawancara yang  rencananya ditayangkan 1 September.

Dalam segmen sebelum dirilis, seorang jurnalis terdengar bertanya kepada Paus Fransiskus bagaimana keadaannya setelah operasi usus besar pada 4 Juli lalu.

“Saya hidup,” jawab paus. “Seorang perawat, seorang pria dengan banyak pengalaman, telah menyelamatkan hidup saya.”



Surat kabar Italia La Repubblica melaporkan pada 31 Agustus bahwa pria yang dimaksud Paus Fransiskus adalah Massimiliano Strappetti, seorang perawat yang telah bekerja di Vatikan sejak 2002, setelah delapan tahun bertugas di unit perawatan intensif di Rumah Sakit Gemelli Roma.

Radio COPE menulis bahwa Strappetti adalah seorang suami dan ayah yang dikenal murah hati dan setia kepada orang lain.

Menurut La Repubblica, Strappetti menyarankan Paus Fransiskus untuk menjalani tes setelah dia mengalami divertikulitis pertamanya pada Februari.

Strappetti dan staf medis kepausan lainnya, merekomendasikan agar dia menjalani operasi pada 4 Juli untuk menjaga situasi agar tidak menjadi lebih buruk.

- Newsletter -

Paus Fransiskus kembali ke Vatikan pada 14 Juli, setelah menjalni perawatan selama 11 hari di Rumah Sakit Gemelli untuk pemulihan dari operasi pengangkatan bagian dari usus besar untuk menghentikan penyempitan akibat divertikulitis.

“Ini kedua kalinya dalam hidup saya bahwa seorang perawat telah menyelamatkan hidup saya. Yang pertama terjadi tahun ’57,” kata Paus Fransiskus kepada COPE, mengacu pada seorang biarawati Italia yang membantunya ketika dia sakit radang paru-paru saat masa belajar di seminari di Argentina.

Wawancara itu juga membahas rumor media baru-baru ini yang menyebutkan bahwa Paus Fransiskus sedang mempertimbangkan untuk mengundurkan diri.

Paus Fransiskus menghentikan desas-desus itu dengan bercanda bahwa “ketika seorang paus sakit, angin atau badai konklaf akan muncul.”

La Repubblica juga mengklaim telah mengetahui bahwa Paus Fransiskus selain tidak memikirkan untuk pensiun, juga bahwa dia tidak menyusun dokumen untuk mengatur pengunduran diri paus, seperti yang dikabarkan baru-baru ini.

Dalam wawancara selama satu setengah jam, Paus Fransiskus juga dilaporkan berbicara tentang situasi di Afghanistan.

Wawancara dengan Carlos Herrera, seorang jurnalis dan presenter televisi Spanyol pemenang penghargaan, rencananya disiarkan di COPE, sebuah stasiun radio yang dimiliki oleh konferensi para uskup Spanyol, pada 1 September.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Make a difference!

We work tirelessly each day to support the mission of the Church by giving voice to the voiceless.
Your donation will add volume to our effort.
Monthly pledge

Latest