Home LiCAS.news Bahasa Indonesia Church & Society (Bahasa) Mencegah virus corona, paus terpaksa sampaikan doa secara online

Mencegah virus corona, paus terpaksa sampaikan doa secara online

Mekipun merasa ‘terkurung’ di dalam perpustakaan, namun paus tetap merasa dekat dengan para peziarah yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus pada hari Minggu. Paus Fransiskus terpaksa menyapa peziarah dan menyampaikan doa melalui streaming video bagi mereka yang menderita virus corona.

“Saya bersama dengan saudara-saudaraku para uskup mendorong umat beriman untuk menjalani masa sulit ini dengan kekuatan iman, kepastian harapan, dan semangat cinta kasih,” Catholic News Agency mengutip perkataan Paus Fransiskus pada 8 Maret.

“Masa Prapaskah membantu kita semua untuk memberikan sukacita Injil juga pada saat pencobaan dan penderitaan ini,” kata paus.




Paus memberikan berkatnya disaat sebagian besar Italia  terkunci wabah corona,  dengan 133 kematian, lebih dari 7.000 kasus, dan 16 juta orang menghadapi kemungkinan dikarantina karena wabah global tersebut. Keputusan itu juga dipacu setelah Vatikan melaporkan kasus pertama virus corona pada 6 Maret.

Sebagai upaya untuk mencegah kerumunan besar orang, Paus Fransiskus menyampaikan doa Angelus secara online dari perpustakaan Istana Apostolik, daripada jendela tempat tinggalnya.

“Doa Angelus hari ini sedikit aneh dengan paus yang ‘dikurung’ di perpustakaan, tetapi saya melihat Anda, saya dekat dengan Anda,” kata Paus Fransiskus saat audiensi yang dihadiri ratusan orang yang berkumpul di bawah untuk menyaksikan pidato paus di layar.

Paus Fransiskus menyampaikan doa Angelus mingguannya melalui video yang ditransmisikan pada layar besar di Lapangan Santo Petrus di Vatikan, 8 Maret. (Foto oleh Remo Casilli/Reuters)

Puluhan ribu orang biasanya datang untuk mendengarkan pidato hari Minggu.

- Newsletter -

“Cara berdoa Angelus hari ini dilakukan sebagai langkah-langkah pencegahan, untuk menghindari kerumunan masa, yang dapat mendukung penularan virus,” katanya.

Audiensi umum pada 11 Maret juga akan disiarkan melalui video.

Pada 5 Maret, kantor pers Vatikan mengatakan Paus Fransiskus “perlahan tapi pasti” mengatasi flu yang memaksanya untuk membatalkan retret spiritual Prapaskah minggu lalu. Reuters mencatat bahwa Paus Fransiskus tampaknya telah pulih sepenuhnya dari penyakit itu pada 8 Maret.

Sementara itu, Keuskupan Roma juga memerintahkan pembatalan semua Misa dalam upaya untuk membantu Italia menangani epidemi virus corona.

Namun, para imam masih bisa memimpin Misa di balik pintu tertutup.

Acara terkait gereja lainnya, termasuk pernikahan, pembaptisan, dan krisma juga telah ditangguhkan di Roma dan di seluruh Italia sampai setidaknya 3 April, Wanted in Rome melaporkan, mengutip kantor berita Italia ANSA.

Semua museum, bioskop, teater, bar, dan situs arkeologi juga ditutup selama periode itu, di samping lembaga pendidikan.

Pada tanggal 5 Maret, Konferensi Waligereja Italia memberi lampu hijau untuk perayaan Misa tetap dilakukan di daerah-daerah yang dianggap tidak berisiko terkena virus corona.

Saat ini, 15 provinsi di tengah dan utara di Italia dipengaruhi oleh karantina yang sedang berlangsung.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest