Home LiCAS.news Bahasa Indonesia Church & Society (Bahasa) Paus Fransiskus ingatkan orang yang mengeruk keuntungan dari pandemi

Paus Fransiskus ingatkan orang yang mengeruk keuntungan dari pandemi

Paus Fransiskus mengatakan bahwa ada orang yang ingin mendapatkan keuntungan dari kesulitan yang dialami orang lain saat krisis kesehatan global yang disebabkan oleh pandemi virus corona.

Pada awal misa hariannya pada tanggal 23 April, Paus mengatakan  bahwa akibat pandemi banyak keluarga berada dalam situasi kekuarangan, dan mereka kelaparan.

Dia kemudian menyebutkan bahwa para rentenir ingin mencari keuntungan dari situasi ini. “Ini juga salah satu pandemi, suatu virus lain, sebuah pandemi sosial,” kata paus.

“Mari kita berdoa untuk keluarga-keluarga yang dalam kesulitan, bagi martabat mereka. Kita berdoa juga untuk para rentenir agar Tuhan menyentuh hati mereka dan mempertobatkan mereka,” lanjut Paus Fransiskus.




Dia mengatakan keluarga yang kehilangan pekerjaan dan mereka yang tidak bekerja dan tidak punya makanan untuk diletakkan di atas meja bagi anak-anak mereka telah menjadi mangsa rentenir.

Aktivitas ekonomi global telah terhenti bulan ini karena penguncian yang diberlakukan pemerintah menyebabkan korban besar pada industri jasa dunia, yang mengakibatkan hilangnya banyak pekerjaan.

Wabah yang telah menginfeksi lebih dari 2,6 juta orang dan membunuh lebih dari 180.000 orang di seluruh dunia, juga telah melumpuhkan perindustrian, menutup banyak pabrik dan menghambat rantai pasokan.

- Newsletter -

International Monetary Fund mengatakan minggu lalu bahwa Asia akan membukukan  pertumbuhan ekonomi nol persen tahun ini untuk pertama kalinya dalam 60 tahun karena krisis kesehatan memakan korban pada sektor jasa di kawasan yang “belum pernah terjadi sebelumnya.

Dalam kotbahnya, Paus Fransiskus merenungkan keberanianRasul Petrus yang menjunjung tinggi imannya dan menyatakan kepatuhannya kepada Tuhan.

Paus Fransiskus menyebutkan bahwa Petrus yang sama yang telah menyangkal Yesus, yang penuh dengan ketakutan dan bahkan seorang pengecut.

Paus mencatat bahwa rasul itu memilih untuk melakukan perjalanan di mana ia menunjukkan keberanian.

“Dalam sejarah Gereja, warga Gereja harus sering melakukan ini untuk menyelamatkan umat Allah,” kata Paus Fransiskus. Akan tetapi pada kesempatan lain, para pemimpin Gereja membuat kompromi untuk menyelamatkan diri mereka sendiri daripada daripada Gereja.

Paus Fransiskus berkata bahwa sama seperti Yesus berdoa untuk Petrus, ia berdoa untuk semua orang.

Paus mendesak umat beriman tidak hanya berdoa kepada Yesus agar Ia “memberi kita rahmat” tetapi juga untuk merenungkan Yesus yang menunjukkan kepada Bapa luka-lukanya.

“Mari kita berpikir tentang cara Petrus bertumbuh salam perjalanan ini dari menjadi seorang pengecut menjadi orang yang berani dengan karunia Roh Kudus,” kata paus.

Paus Fransiskus mengakhiri homilinya dengan mendesak orang-orang Kristen agar “lebih percaya diri dalam memohon rahmat agar membiarkan Tuhan mengajar kita bagaimana meminta rahmat berdoa bagi tiap-tiap kita.”

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest