Home LiCAS.news Bahasa Indonesia News (Bahasa) Uskup ini desak agar kematian warga Filipina di Arab Saudi diselidiki

Uskup ini desak agar kematian warga Filipina di Arab Saudi diselidiki

Seorang uskup Katolik di Filipina meminta pihak berwenang agar melakukan penyelidikan atas kematian lebih dari 300 warga Filipina yang jasadnya akan dipulangkan ke negara itu dari Kerajaan Arab Saudi minggu ini.

Uskup Ruperto Santos, wakil ketua Komisi Episkopal untuk Migran dan Perantauan, mengatakan penyelidikan dibutuhkan untuk mengetahui dan memperbaiki apa yang salah.

Dia mengatakan itu juga bertujuan untuk perbaikan kondisi kerja para pekerja migran Filipina di masa depan.

Pemerintah Filipina mengumumkan pada tanggal 23 Juni, bahwa mereka menyewa sebuah pesawat kargo untuk membawa pulang mayat-mayat pekerja migran Filipina yang meninggal di Arab Saudi.




“Kami mencarter penerbangan kargo untuk membawa pulang sekitar 200 [pekerja Filipina dari luar negeri] dari Arab Saudi,” kata Menteri Luar Negeri Teodoro Locsin Jr dalam sebuah wawancara televisi.

Jenazah 52 pekerja migran lain yang meninggal karena penyakit virus corona tidak akan dipulangkan tetapi akan dimakamkan di sana.

Duta Besar Manila untuk Arab Saudi, mengatakan pada 22 Juni bahwa jumlah orang Filipina yang meninggal karena penyakit itu sebenarnya 107 orang dan jumlah total jenazah yang masih diproses di Riyadh adalah 353.

- Newsletter -

Uskup Santos mengatakan sudah sepantasnya bahwa jenazah para pekerja yang meninggal dibawa pulang ke rumah sehingga keluarga mereka bisa memberikan penghormatan terakhir dan untuk dimakamkan dengan layak.

“Kita, orang Filipina, sangat menghormati orang mati. Mereka suci bagi kita. Adalah adil dan pantas untuk memberi mereka penguburan yang layak dan bermartabat, ”kata Uskup Santos.

Prelatus itu menyerukan kepada para imam Filipina di seluruh dunia untuk menawarkan serangkaian Misa dari tanggal 26 hingga 28 Juni untuk memohon istirahat abadi para pekerja yang meninggal.

“Semoga Tuhan dalam rahmat-Nya menyambut mereka di Surga, Rumah sejati kita. Semoga Tuhan dalam kasih-Nya memberi kekuatan dan penghiburan bagi keluarga yang berduka, ”kata Uskup Santos.

Anggota Penjaga Pantai Filipina ditugaskan untuk membantu kedatangan pekerja migran Filipina di Bandara Internasional Ninoy Aquino di Manila. Pekerja migran Filipina yang kembali ke Filipina diharuskan menjalani tes cepat dan karantina selama 14 hari untuk mencegah penyakit virus corona. (Foto oleh Basilio Sepe)

Pada 21 Juni, Departemen Tenaga Kerja mengumumkan bahwa Arab Saudi telah meminta pemerintah Filipina untuk membawa pulang jenazah 282 orang Filipina yang meninggal dalam waktu 72 jam.

Menteri Tenaga Kerja Filipina Silvestre Bello III mengatakan kantornya telah meminta waktu untuk membawa pulang jenazah warga Filipina itu.

Kepala Urusan Luar Negeri Locsin mengatakan pemerintah Arab Saudi akan mengkremasi mayat orang-orang yang tidak akan dibawa pulang ke negara itu lebih cepat.

“Saya telah bertemu dengan duta besar [Arab Saudi] yang meyakinkan saya bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan bahwa mereka akan membuang mayat-mayat itu,” kata Locsin.

“Tidak, kami tidak melakukan itu, tidak ada kremasi,” katanya mengutip duta besar.




Pada 2019, sekitar satu juta orang Filipina tercatat tinggal di Arab Saudi, yang menjadi tujuan paling disukai pekerja migran Filipina. Satu dari lima pekerja migran Filipina bekerja di negara itu selama periode April hingga September 2019.

Orang Filipina di Arab Saudi adalah migran atau keturunan orang Filipina yang tinggal di Arab Saudi. Orang Filipina merupakan kelompok orang asing terbesar keempat di Arab Saudi, dan merupakan sumber pengiriman uang terbesar kedua ke Filipina.

Sementara itu, juru bicara pemerintah Harry Roque mengatakan Administrasi Kesejahteraan Pekerja Luar Negeri akan memberikan manfaat bagi keluarga mereka yang meninggal.

Pemerintah Filipina sebelumnya telah mengumumkan bahwa sekitar 3.000 pekerja Filipina di Afrika dan Timur Tengah telah terinfeksi penyakit virus corona, sementara ada 373 di Amerika, 492 di wilayah Asia-Pasifik, dan 305 di Eropa.

Pada 21 Juni, Departemen Luar Negeri Filipina sudah memulangkan lebih dari 51.000 pekerja migran Filipina.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest