Penangguhan perayaan Misa Kudus secara publik masih diberlakukan di Hong Kong karena kasus-kasus penyakit virus corona terus meningkat di kota itu.
Kardinal John Tong mengumumkan perpanjangan penangguhan tersebut, hingga pemberitahuan lebih lanjut, karena pihak berwenang memberlakukan langkah-langkah baru untuk mengatasi pandemi.
Pedoman yang dikeluarkan oleh keuskupan pada 14 Juli akan tetap berlaku, demikian pengumuman yang dikeluarkan oleh keuskupan pada 27 Juli seperti dilaporkan Vatikan News.
Pemberitahuan itu mengatakan Kardinal Tong membuat keputusan itu karena situasi pandemi COVID-19 terus memburuk selama dua minggu terakhir.
Prelatus itu mengatakan pemerintah “mungkin akan segera mengambil tindakan anti-pandemi yang lebih tegas.”
Pedoman Gereja mencakup larangan Misa publik pada hari Minggu dan hari kerja.
Pemberkatan pernikahan diizinkan namun dengan batas 20 orang, dan pemakaman dapat diadakan tanpa batasan jumlah peserta.
Gereja dan kapel tetap terbuka bagi umat beriman yang mungkin mau singgah untuk doa pribadi atau mengunjungi Sakramen Mahakudus.
Namun, jarak sosial harus ditegakkan, peserta harus mengenakan masker wajah, dan suhu tubuh harus diperiksa saat masuk ke gereja.
Pedoman itu mendesak umat Katolik untuk mengikuti Misa online, untuk menerima Komuni secara rohani, untuk merenungkan bacaan hari Minggu, dan berdoa Rosario.
Langkah-langkah baru untuk mengerem penyebaran penyakit itu diperkirakan mulai berlaku pada 29 Juli, karena pemimpin Hong Kong Carrie Lam memperingatkan bahwa kota itu berada di ambang wabah COVID-19 berskala besar.

Peraturan baru melarang pertemuan lebih dari dua orang, tidak boleh makan di restoran dan mewajibkan pemakaian masker wajah di tempat umum, termasuk di luar ruangan.
Ini adalah langkah paling serius yang diperkenalkan di kota itu sejak awal pandemi.
Pemerintah juga memperketat tes dan karantina bagi awak kapal laut dan udara. Langkah-langkah baru, yang akan berlaku selama setidaknya tujuh hari, diumumkan pada 27 Juli setelah kota yang menjadi pusat keuangan global itu mengalami lonjakan jumlah kasus yang ditransmisi secara lokal selama tiga minggu terakhir.
Pada 27 Juli, Hong Kong melaporkan 106 kasus virus corona, termasuk 98 yang ditransmisikan secara lokal.
Sejak akhir Januari, lebih dari 2.880 orang telah terinfeksi di Hong Kong, 23 di antaranya telah meninggal.