Home LiCAS.news Bahasa Indonesia News (Bahasa) Jimmy Lai tegaskan demokrasi Hong Kong butuh kesabaran, bukan perubahan mendadak

Jimmy Lai tegaskan demokrasi Hong Kong butuh kesabaran, bukan perubahan mendadak

Sehari setelah dibebaskan Taipan media Hong Kong Jimmy Lai mengatakan pada 13 Agustus bahwa dia merasa sangat bersyukur dengan dukungan yang didapat setelah menjadi orang yang paling disoroti yang ditangkap di bawah undang-undang keamanan nasional yang baru. Dia meminta agar warga Hong Kong bersabar dalam “perjuangan jangka panjang” untuk demokrasi.

Lai, seorang pendukung setia gerakan demokrasi di kota itu, ditangkap pada 10 Agustus karena dicurigai berkolusi dengan kekuatan asing ketika polisi menggerebek kantor tabloid Apple Daily miliknya.

Dia dibebaskan dengan jaminan pada 12 Agustus, dan disambut oleh para pendukung yang meneriakkan “berjuang sampai akhir”.




Dalam siaran #LiveChatWithJimmy di Twitter, Lai berterima kasih kepada para pendukungnya dan mengatakan bahwa tindakan mereka menunjukkan penggerebekan yang dilakukan polisi adalah “pelanggaran terhadap kepercayaan rakyat Hong Kong” dalam kebebasan yang luas, yang disamakan dengan oksigen.

Oksigen semakin menipis, dan kita semua tercekik, tetapi saat kita tercekik, kita masih menjaga satu sama lain dan terus melawan dan terus memperjuangkan supremasi hukum dan kebebasan kita,” katanya.

Lai, yang dianggap Tiongkok sebagai “pengkhianat” ditangkap berdasarkan undang-undang keamanan baru yang diberlakukan oleh Beijing pada 30 Juni sebagai tanggapan atas setahun kerusuhan pro-demokrasi di bekas jajahan Inggris, yang kembali ke Tiongkok pada tahun 1997 di bawah formula “satu tahun negara, dua sistem ” yang bertujuan untuk mempertahankan otonominya.

Gerakan pro-demokrasi Hong Kong, yang dipicu oleh kekhawatiran bahwa Beijing telah mengikis kebebasan warga kota itu, telah mendapat dukungan luas di kota tersebut.

aipan media Jimmy Lai Chee-ying, pendiri Apple Daily, terlihat saat dia dibebaskan dengan jaminan, dua hari setelah ditangkap oleh unit keamanan nasional di Hong Kong, 12 Agustus (Foto oleh Lam Yik / Reuters)
- Newsletter -

Lai mengatakan aktivis pro-demokrasi harus bermain untuk jangka panjang. 
“Kita tidak bisa radikal, kita tidak bisa menghadapi mereka secara langsung karena kita seperti telur dan mereka adalah tembok yang tinggi,” katanya.

“Kita harus fleksibel, inovatif, dan sabar, tetapi tetap teguh,” kata Lai.
Undang-undang tersebut menghukum hingga hukuman seumur hidup bagi siapa pun yang dianggap pemerintah Tiongkok sebagai subversi, ingin memisahkan diri, terorisme, dan kolusi dengan kekuatan asing.

Para kritikus mengatakan undang-undang tersebut membawa Hong Kong yang semi-otonom pada otoriterisme Tiongkok, sementara para pendukungnya mengatakan undang-undang itu akan membawa stabilitas bagi kota itu dan menjaga kemakmurannya.

Sejak penangkapan Lai, orang-orang mengantri pada pagi hari untuk membeli Apple Daily miliknya, dan banyak juga yang membeli saham di Next Digital, perusahaan media Lai yang menerbitkan korannya, sehingga memicu peningkatan lebih dari 2.000 persen pada puncaknya.

Lai, seorang Katolik, menyebut kenaikan harga saham sebagai “fenomena singkat” dan mendesak orang “untuk tidak menyinggungnya”.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest