Home LiCAS.news Bahasa Indonesia News (Bahasa) Pernyataan politisi India atas pembunuhan misionaris Australia menuai kecaman

Pernyataan politisi India atas pembunuhan misionaris Australia menuai kecaman

Pembunuhan misionaris asal Australia Graham Staines dan dua puteranya yang masih kecil pada tahun 1999 di negara bagian Odisha di India timur dimanfaatkan oleh anggota senior Partai Bharatiya Janata (BJP) yang pro-Hindu sebagai pembenaran untuk disahkannya rancangan undang-undang terkait dengan pendanaan asing untuk LSM di negara tersebut.

Satyapal Singh, seorang anggota terkemuka partai BJP, mengemukakan insiden tersebut saat membahas RUU Amandemen Kontribusi Asing (Peraturan), 2020, yang disahkan 21 September, yang mewajibkan LSM untuk memberikan informasi tertentu kepada pemerintah dan membuat rincian pendanaan publik.

“Terjadi keributan atas Graham Staines. Apa yang terjadi padanya dan kedua anaknya salah,” kata Singh saat sidang parlemen negara itu. “Tapi Biro Pusat Investigasi, Cabang Kejahatan Odisha dan penyelidikan Komisi Kehakiman DP Wadhwa menyimpulkan bahwa suku-suku di sana berpindah agama,” katanya.




Staines dan putranya Philip, 10, Timothy, 6, dibakar sampai tewas oleh kelompok ekstremis Hindu ‘Bajrang Dal’ ketika mereka sedang tidur dalam kendaraan mereka dekat sebuah gereja pada 22 Januari 1999. Bajrang Dal menuduh Staines mempertobatkan orang Hindu ke Kristen.

Setelah pembunuhan, komisi penyelidikan yang ditunjuk pemerintah menemukan bahwa tidak ada konversi paksa yang dilakukan oleh Staines seperti yang dituduhkan oleh beberapa kelompok Hindu garis keras.

Staines mulai bekerja sebagai misionaris di Orissa pada tahun 1965 dan selama menjadi misionaris evangelis ia mendirikan rumah rehabilitasi untuk penderita kusta di daerah suku yang terpencil di negara bagian itu.

Pengadilan setempat menghukum Dara Singh, otak di balik serangan massa itu, dengan hukuman gantung atas pembunuhan tersebut. Kemudian pada tahun 2005, pengadilan tinggi negara bagian Odissa mengubah hukuman menjadi penjara seumur hidup.

- Newsletter -

Beragam tanggapan

Komentar Singh tentang pembunuhan Staines dan kedua anaknya dianggap oleh sebagian orang menyalahkan para korban atas apa yang terjadi. Yang lain mengatakan bahwa itu adalah upaya lain untuk melegitimasi sentimen anti-Kristen di negara tersebut.

Willian Brooks, seorang aktivis Kristen dari ibu kota India, New Delhi, mengatakan pernyataan Singh berbahaya.

“Dengan pernyataan seperti itu dia telah memberikan lampu hijau kepada semua kelompok fanatik yang terus merusak gereja, menyerang umat beriman dan membunuh para pastor,” kata Brooks.

“Pembenaran sederhana untuk membunuh seorang Kristen di India sekarang adalah bahwa dia telah mengubah umat Hindu menjadi Kristen,” katanya.

Sunita Massi, seorang aktivis Kristen dari Mumbai, setuju.

“Kami tidak perlu membela Staines di sini. Aksi kemanusiaannya adalah bukti nyata dari karakternya,” kata Massi.

Umat Hindu garis keras melancarkan kampanye kotor terhadap misionaris Kristen yang membahayakan nyawa orang Kristen, katanya.

Pengacara Kristen dan mantan anggota Komisi Minoritas Delhi A.C Michael mengatakan komentar itu perlu ditangani.

“Komentar-komentar inkonstitusional ini harus dihapuskan oleh ketua parlemen sendiri atau melalui mosi anggota parlemen,” kata Michael.

Pendeta Viajayesh Lal, sekretaris jenderal Evangelical Fellowship of India, telah meminta ketua parlemen untuk meminta Singh memberikan bukti atas apa yang dia katakan tentang Staines.

“Kami menganggap komentar Satyapal Singh keterlaluan dan penyalahgunaan demokrasi parlementer. Ucapan ini menodai kehidupan luar biasa seorang pria yang meninggal dalam pelayanan sosial, 21 tahun setelah kematiannya, dengan gosip dan sindiran,” kata Lal.

Penganiayaan terhadap umat Kristiani di India telah meningkat sejak partai pro Hindu Partai Bharatiya Janata (BJP) berkuasa di tingkat nasional sejak 2014.

Sebuah laporan oleh Alliance Defending Freedom menunjukkan bahwa setidaknya 328 insiden kekerasan yang menargetkan orang Kristen di India, termasuk 230 serangan massa dan dua pembunuhan, tercatat di negara itu tahun lalu. Dari jumlah tersebut, 131 insiden melibatkan kelalaian otoritas penegak hukum.

Dari 1,3 miliar populasi India, 966 juta adalah penganut Hindu. Muslim berjumlah 172 juta sementara orang Kristen berjumlah 29 juta orang.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Make a difference!

We work tirelessly each day to support the mission of the Church by giving voice to the voiceless.
Your donation will add volume to our effort.
Monthly pledge

Latest