Home LiCAS.news Bahasa Indonesia News (Bahasa) Teka-teki seputar pembunuhan Pastor Regalado di Filipina selatan

Teka-teki seputar pembunuhan Pastor Regalado di Filipina selatan

Teka-teki terus bergulir seputar kematian seorang pastor Katolik di Filipina selatan pada 26 Januari, dua hari setelah jasadnya ditemukan dengan beberapa luka tembak.

Pastor Rene Regalado, 42, yang dikenal sebagai ‘pastor gunung’ karena dukungannya terhadap pertanian organik dan isu-isu tentang petani miskin, dibunuh di provinsi Bukidnon pada 25 Januari.

Beberapa kelompok mengecam pembunuhan itu, menyalahkan  “budaya impunitas” di negara itu atas serangan terhadap seorang hamba Tuhan.




Akan tetapi penyidik polisi juga mencari kemungkinan keterkaitannya dengan kasus pemerkosaan yang diajukan terhadap pastor itu di kota Lala, provinsi Lanao del Sur, tempat dia dulu bertugas.

Letkol Jerry Tambis, direktur polisi kota Malaybalay, mengatakan para penyelidik mengetahui bahwa pastor itu menerima ancaman pembunuhan setelah kasus pemerkosaan diajukan akhir tahun lalu.

Petugas polisi mengatakan Pastor Regalado didakwa dengan pemerkosaan berdasarkan pengaduan yang diajukan oleh seorang gadis yang pernah menjadi sukarelawan di kantor paroki.

Pemerkosaan adalah pelanggaran yang tidak bisa dapat jaminan di Filipina, namun pastor itu dilaporkan diperbolehkan untuk memberikan jaminan.

Pastor Virgilio Delfin, juru bicara Keuskupan Malaybalay, mengatakan dia pernah berbicara dengan Pastor Regalado tentang kasus itu.

- Newsletter -

“Dia dituduh secara salah dan ditangkap tidak sesuai ketentuan hukum,” kata Pastor Delfin.

“Saya mengatakan kepadanya, ‘Katakan yang sebenarnya agar kami tahu bagaimana membantu Anda,’ dan dia menyangkal [tuduhan pemerkosaan],” kata imam tu.

Pastor Delfin mengatakan Pastor Regalado dapat mengajukan jaminan untuk mengklaim “penangkapan ilegal”.

Laporan media lokal mengatakan kantor kejaksaan dilaporkan menemukan “hal-hal teknis” yang melemahkan kasus terhadap pastor itu, sehingga memungkinkan dia untuk membayar jaminan dan bisa berpindah-pindah.

Pada hari dugaan pemerkosaan itu terjadi, Pastor Regalado menghadiri latihan musik untuk Misa perpisahan sebelum perjalanannya kembali ke Malaybalay pada bulan Desember, kata Pastor Delfin.

Ia mengatakan Pastor Regalado tidak tahu mengapa dia dituduh melakukan pemerkosaan.

“Dia sangat tertekan. Dia menangis saat menceritakan apa yang terjadi, ”kata Pastor Delfin, menambahkan bahwa keuskupan memberikan bantuan“ psikososial ”dan hukum kepada pastor itu.

Pastor Regalado adalah bagian dari kelompok “imam bernyanyi” yang mengadakan serangkaian konser di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia dari tahun 2012 hingga 2017.

“Dia penyanyi yang sangat bagus,” kata Pastor Delfin.

Pastor Rene Regalado. (Tangkapan layar dari video Kathy Jean Demol Concepcion)

Kecaman

Sejumlah pemimpin gereja dan politik terkejut atas pembunuhan Pastor Regalado.

Monsinyur Ramonito Torres, vikjen Prelatur St. Maria di Kota Marawi, mengatakan dia menjadi dekat dengan imam yang dibunuh itu setelah perang di Marawi pada 2017.

“Pada puncak pengepungan Marawi, [Pastor Regalado] dan kelompoknya akan datang ke kota untuk membagikan paket makanan dan bentuk bantuan lainnya kepada penduduk yang terkena dampak,” kata Monsinyur Torres.

Gerakan Mahasiswa Kristen Filipina mengutuk pembunuhan pastor itu.

“Pembunuhan Pastor Regalado, seorang pembela petani, mengirimkan pesan mengerikan kepada mereka yang dipanggil ke pedesaan untuk melayani para petani,” bunyi pernyataan kelompok itu.

“Mereka yang dipanggil untuk melayani diancam, bahkan banyak yang dibunuh,” kata Kej Andrés, juru bicara kelompok itu.

Pembunuhan Pastor Regalado terjadi tiga tahun setelah pastor Katolik lainnya, Richmond Nilo, terbunuh saat akan merayakan Misa di kota Zaragoza, provinsi Nueva Ecija.

Pada April 2018, Pastor Mark Ventura ditembak oleh dua pengendara sepeda motor di provinsi utara Cagayan.

Pada Desember 2017, Pastor Marcelito Paez juga ditembak dan dibunuh di kota Jaen, provinsi Nueva Ecija.

“Kita menyaksikan bahwa ancaman dan ujaran kebencian terhadap gereja-gereja kita juga telah berubah menjadi ‘label merah’, penangkapan, tuduhan palsu, dan pembunuhan,” bunyi pernyataan kelompok mahasiswa Kristen itu.

“Pembunuhan ini adalah manifestasi budaya impunitas terhadap para nabi kita yang memilih untuk berbicara menentang ketidakadilan dan kemiskinan sistemik di pedesaan,” tambahnya.

Menurut laporan polisi, Pastor Regalado ditembak mati di dekat sebuah biara di kota Malaybalay setelah seorang pastor menelepon pihak berwenang untuk melaporkan lima tembakan sekitar pukul 19.30.

Imam itu ditemukan dengan luka tembak di kepala. Dia juga diyakini telah dipukuli dan ditemukan dengan tangan diikat dengan tali sepatu putih beberapa meter dari kendaraannya.

Dia dibawa ke Rumah Sakit Provinsi Bukidnon di mana dia dinyatakan meninggal.

Imam itu dilaporkan berangkat sekitar jam 2 siang pada hari yang sama menuju biara tempat dia mengajar.

Polisi menemukan pistol kaliber .45, dua magasin, selongsong peluru, dan 10 amunisi aktif di TKP.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest