Home LiCAS.news Bahasa Indonesia News (Bahasa) Satu keluarga Kristen diserang massa di barat India

Satu keluarga Kristen diserang massa di barat India

Jaishree Daberao, seorang wanita Kristen berusia 25 tahun, duduk dengan tenang di tempat tidur di pojok sebuah rumah sakit milik pemerintah di Akola, sebuah distrik yang jauh di negara bagian Maharashtra, India barat.

Matanya terpejam dan dengan tangan terlipat ia  memanjatkan doa untuk keselamatan anak dalam kandungannya yang sudah berusia delapan bulan.

Petugas medis yang merawat Jaishree mengatakan kondisinya mengkhawatirkan dan kondisi anak dalam kandungannya juga sangat mengkhawatirkan.




Yang diinginkan Jaishree adalah kesejahteraan anaknya.

“Bahkan jika itu berarti mengorbankan hidup saya sendiri, saya ingin anak saya hidup. Sangat menakutkan jika membayangkan dia tewas di dalam rahim saya,” kata Jaishree.

Jaishree dan anaknya yang belum lahir berada dalam situasi seperti itu setelah diserang oleh segerombolan pria di desanya di Badegoan.

Kejadian nas itu terjadi pada malam hari tanggal 11 Februari ketika dia keluar dari rumahnya dan pergi ke ladang untuk buang air karena toilet di pedesaan India hanya dimiliki oleh sedikit orang.

Saat Jaishree berjalan ke ladang, seorang pria tak dikenal melemparkan potongan lemon dan bubuk cabai merah ke wajahnya, makanan yang katanya digunakan untuk menyebarkan sihir hitam pada seseorang. Karena cemas dan ketakutan, dia berlari kembali ke rumahnya dan memberi tahu ayahnya, Kialash Daberao, apa yang terjadi.

- Newsletter -

Ayah dan saudara laki-lakinya, Amol, bergegas keluar ke tempat kejadian, namun dalam sekejap mereka dikelilingi oleh sekelompok pria dan menyerang mereka.

Rumah Kialash merupakan satu-satunya milik keluarga Kristen di antara lebih dari 250 rumah tangga Hindu. Kialash, 50, adalah seorang pendeta yang bekerja sebagai petani dan penginjil.

Seorang warga desa, yang tidak ingin identitiasnya diungkapkan, mengatakan kepada LiCAS.news apa yang terjadi pada keluarga tersebut.

“Mereka dikepung dari semua sisi dan Kialash dianiaya karena keyakinannya. Ia diejek oleh para preman yang mengatakan kepadanya bahwa dia mencemari desa dengan menyebarkan agama asing,” kata penduduk desa.

“Ayah, putra, dan putrinya kemudian diserang dengan batu dan tongkat,” katanya dan menambahkan bahwa beberapa penduduk desa yang baik kemudian membawa keluarga yang terluka ke rumah sakit.

Jaishree Daberao, seorang wanita Kristen yang sedang hamil delapan bulan, diserang oleh massa di negara bagian Maharashtra, India barat pada 11 Februari. (Foto tersedia)

Not the first time

Pastor Naresh Wankhade, who lives in a nearby village and often accompanies Kailash for evangelization efforts in the area, said it wasn’t the first time Kialash and his family have been targeted for their faith.  

“In 2011 Pastor Kailash’s family was attacked by fanatics because he was holding a mass prayer at his house,” he said.

Naresh said he had heard about the Feb.11 incident from one Kailash’s family members.

“I rushed towards his house and found Kailash in a miserable condition. His arm and his leg were fractured, and his head had sustained injuries,” he said, noting that pregnant Jaishree had been injured by the attackers.

“Kailash’s elder son Amol was severely wounded. He has been shifted to Nagpur hospital in a critical condition and is in the intensive care unit,” he said.

Naresh said that police have registered a report about the incident and have already arrested some people over the assaults.

“The accused are now giving the attack a different color. They say Kailash has grabbed their land and that it was a land dispute, but people aren’t attacked in such a manner in land disputes. It was a mob attack on a lone, poor Christian family of the village,” Naresh said.




Shibu Thomas, dari Persecution Relief, sebuah organisasi Kristen, mengatakan orang Kristen yang miskin sering menjadi sasaran karena iman mereka.

Ibadat rumah di berbagai negara bagian India diserang. Kami telah mencatat lebih dari 159 insiden serangan fisik dan 81 kasus boikot dan ekskomunikasi pada tahun 2020,” kata Thomas kepada LiCAS.news.

Komisi Kebebasan Beragama Internasional Amerika Serikat sebuah badan independen yang berdedikasi untuk melindungi kebebasan beragama, baru-baru ini merekomendasikan India dicantumkan dalam daftar “negara dengan perhatian khusus”.

Pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa baru-baru ini menyuarakan keprihatinan atas “tren kekerasan yang meningkat terhadap agama minoritas” di India.

Jumlah umat Kristen di India mencapai 2,3 persen dari populasi 1,3 miliar, sekitar 80 persennya beragama Hindu. Sementara itu, jumlah umat Islam mencapai sekitar 200 juta orang.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest