Home LiCAS.news Bahasa Indonesia Church & Society (Bahasa) Paus puji para 'penyelundup iman' asal Filipina saat Misa di Vatikan

Paus puji para ‘penyelundup iman’ asal Filipina saat Misa di Vatikan

Paus Fransiskus meminta orang-orang Filipina untuk memperbarui kembali komitmen mereka sebagai murid dan misionaris Kristus saat Misa untuk menandai lima tahun kedatangan agama Kristen di Filipina.

Paus mengatakan kehadiran orang-orang Filipina yang bijaksana dan pekerja keras di seluruh dunia “menjadi kesaksian iman.”

Misa yang dipimpin Bapa Suci di Basilika Santo Petrus pada 14 Maret bersama sekitar seratus orang Filipina diadakan untuk menandai peringatan 500 tahun kedatangan agama Kristen di negara itu pada tahun 1521.



Paus memuji orang-orang Filipina karena menjadi “penyelundup iman”.

Umat Katolik Filipina yang tinggal di Roma menghadiri Misa di Altar Kursi di Basilika Santo Petrus, yang juga disiarkan langsung ke seluruh dunia.

Italia adalah salah satu negara Eropa yang memiliki banyak pekerja migran Filipina dengan lebih dari 165.000 orang Filipina perantauan yang tinggal di negara itu, menurut data tahun 2014.

Misa dimulai dengan prosesi delapan perwakilan komunitas Filipina yang menari dan membawa salib Magellan dan Bayi Yesus dari Cebu.

Anggota komunitas Filipina menghadiri Misa yang dipimpin Paus Fransiskus untuk memperingati 500 tahun kedatangan agama Katolik di Filipina, pada 14 Maret 2021 di Basilika Santo Petrus di Vatikan. (Foto oleh Tiziana FABI / POOL/AFP)
- Newsletter -

Italia memiliki salah satu populasi pekerja migran Filipina terbesar di Eropa Barat dengan lebih dari 165.000 orang Filipina perantauan yang tinggal di negara itu pada 2014.

Misa dimulai dengan prosesi delapan perwakilan komunitas Filipina menari dan membawa salib Magellan dan Anak Suci Cebu.

“Saya sering mengatakan bahwa di Roma, wanita Filipina adalah ‘penyelundup’ iman,” kata paus dan menambahkan bahwa ke mana pun wanita Filipina pergi bekerja “mereka menabur iman.”

“Itu adalah bagian dari gen Anda, sesuatu yang ‘menular’ yang saya dorong untuk Anda pertahankan,” katanya sambil meminta mereka untuk terus membawa iman kepada orang lain.

Paus mengatakan bahwa bahkan 500 tajim sejak pewartaam Kristen tiba di Filipina, “sukacita Injil… terlihat jelas dalam diri masyarakatnya.”

“Kami melihatnya di mata Anda, di wajah Anda, di lagu-lagu Anda dan di dalam doa-doa Anda, dalam kegembiraan membawa iman Anda ke negara lain,” kata paus kepada umat Filipina yang menghadiri Misa.

Paus Fransiskus meminta orang-orang Filipina “untuk bertekun dalam pekerjaan penginjilan, bukan proselitisme yang mempunyai pengertian lain.”

Anggota komunitas Filipina menghadiri Misa yang dipimpin Paus Fransiskus untuk memperingati 500 tahun kedatangan agama Katolik di Filipina, pada 14 Maret 2021 di Basilika Santo Petrus di Vatikan. (Foto oleh Tiziana Fabi / AFP)

“Warta sukacita yang Anda terima, perlu terus-menerus disampaikan kepada orang lain,” kata paus seraya menambahkan bahwa Tuhan meminta Gereja “untuk merawat mereka yang terluka dan terpinggirkan.”

“Jangan pernah berkecil hati saat Anda berjalan di jalan ini,” kata paus. “Jangan pernah takut untuk memberitakan Injil, untuk melayani dan untuk mencintai.”

Misa dihadiri juga oleh Kardinal Luis Antonio Tagle, prefek dari Kongregasi Evangelisasi Rakyat dan mantan uskup agung Manila.

Sebelum pemberkatan terakhir, Kardinal Tagle berpidato di depan Paus Fransiskus.

“Cinta orang Filipina menyebar di 7.641 pulau di negara kami. Ada lebih dari sepuluh juta migran Filipina yang tinggal di hampir seratus negara di dunia. Mereka bersatu dengan kita pagi ini,” kata kardinal yang menangis saat berbicara kepada paus dan rakyat Filipina.

Dalam pesan sebelumnya, Uskup Agung Romulo Valles, ketua Konferensi Waligereja Filipina, mengatakan, “Gereja di Filipina, dengan cara yang sangat tenang, menjadi saksi kasih Injil.”

Anggota komunitas Filipina menghadiri Misa yang dipimpin Paus Fransiskus untuk memperingati 500 tahun kedatangan agama Katolik di Filipina, pada 14 Maret 2021 di Basilika Santo Petrus di Vatikan. (Foto oleh Tiziana Fabi / AFP)

Prelatus itu mengutip tantangan yang dihadapi oleh orang Filipina dalam beberapa tahun terakhir, termasuk serangkaian bencana alam, topan, gempa bumi, letusan gunung berapi, dan pandemi virus corona.

Namun Uskup Agung Valles mengatakan bahwa iman Katolik yang tiba di Filipina 500 tahun yang lalu, masih “sangat hidup hari ini dalam kesaksian penuh sukacita dalam diri  umat Katolik.”

“Iman adalah anugerah dari Tuhan. Maka, kita bersukacita di tahun yubileum khusus ini, “kata Uskup Agung Valles, menambahkan bahwa iman membantu orang Filipina “dalam mengarungi perjalanan hidup. “

Uskup itu mengatakan kehidupan di Filipina dipenuhi masa-masa sulit, tetapi iman membantu orang Filipina menjadi kuat, yakin bahwa Tuhan menyertai mereka.

“Itulah mengapa tema tema perayaan ini adalah ‘Dikaruniai untuk Berbagi,’” katanya, seraya menambahkan bahwa dengan kesadaran bahwa seseorang dikaruniai “muncul keinginan untuk membagikan iman ini.”

Penjelajah Portugis Ferdinand Magellan, yang memimpin ekspedisi Spanyol, mencapai tempat yang sekarang dikenal sebagai Filipina pada 16 Maret 1521.

Misa dan baptisan Katolik pertama diadakan di Filipina beberapa hari kemudian.

Filipina memiliki jumlah umat Katolik terbesar ketiga di dunia saat ini. Diperkirakan 86 persen dari 108 juta penduduk Filipina adalah Katolik.

Pemimpin Gereja Katolik Filipina secara resmi akan meresmikan perayaan lima ratus tahun dengan pembukaan “Pintu Suci” gereja peziarah di seluruh negeri pada Minggu Paskah, 4 April.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Make a difference!

We work tirelessly each day to support the mission of the Church by giving voice to the voiceless.
Your donation will add volume to our effort.
Monthly pledge

Latest