Home LiCAS.news Bahasa Indonesia News (Bahasa) Paus Fransiskus kecam 'mafia' yang memanfaatkan pandemi COVID-19

Paus Fransiskus kecam ‘mafia’ yang memanfaatkan pandemi COVID-19

Paus Fransiskus mengecam para “mafia” di seluruh dunia yang mengeksploitasi pandemi dan memperkaya diri melalui korupsi.

Pernyataan paus disampaikan dalam pidato mingguannya setelah doa Angelus pada 21 Maret dari Perpustakaan Istana Apostolik di Vatikan.

Bapa Suci memulai pidatonya dengan mengajak umat berimana untuk mengenang Hari Peringatan Korban Mafia.




Associazione Libera Italia, sebuah organisasi anti-mafia nasional di Italia, menggunakan tanggal tersebut untuk memperingati para korban kejahatan mafia sejak tahun 1996.

“Mafia hadir di berbagai belahan dunia, mengeksploitasi pandemi, serta memperkaya diri melalui korupsi,” kata paus.

Pada bulan Desember, polisi Interpol yang berbasis di Paris mengeluarkan peringatan global bahwa jaringan kriminal yang terorganisir menargetkan vaksin COVID-19.

Pada bulan Maret, polisi Afrika Selatan menyita ratusan vaksin palsu dan menangkap empat tersangka.

Polisi Italia mengatakan pelaku kejahatan memanfaatkan  pandemi untuk mengeruk keluarga-keluarga miskin yang menghadapi kehancuran finansial, dengan menawarkan pinjaman dan makanan.

- Newsletter -

Para rentenir yang menuntut suku bunga selangit meminta jaminan bisnis yang dilanda pandemi, kata polisi.

“Struktur dosa seperti ini, struktur mafia, bertentangan dengan Injil Kristus, menukar iman dengan harta,” kata paus.

Di Italia, banyak anggota kejahatan terorganisir melihat diri mereka sebagai bagian dari kelompok religius, kelompok pemujaan, yang meminta bantuan orang-orang kudus dan menggunakan patung atau gambar-gambar religius dalam upacara inisiasi.

Kota Oppido Mamertina di selatan negara itu menjadi berita utama pada tahun 2014 ketika penduduk setempat yang membawa patung Madonna (Bunda Maria) saat prosesi dialihkan untuk singgah di rumah bos mafia dan agak memiringkan patung itu seolah-olah untuk berlutut sebagai tanda penghormatan kepada bos mafia itu.

“Hari ini, mari kita ingat semua korban dan memperbarui komitmen kita melawan mafia,” kata Paus.

Paus Fransiskus mengatakan Santo Yohanes Paulus II mengecam “budaya kematian” yang dianut mafia, sedangkan Paus Benediktus XVI mengecam mafia sebagai “jalan kematian”.

Pada tahun 1993, Paus St. Yohanes Paulus II mengeluarkan pesan yang dikenal secara internasional sebagai “kecaman profetik” melawan mafia saat berkunjung ke Agrigento di Sisilia.

Dalam pidatonya di akhir Misa, ia meminta para “mafiosi” untuk bertobat, mengubah cara hidup mereka atau menghadapi penghakiman terakhir Tuhan.

Paus Benediktus XVI juga mengutuk Ndrangheta, kelompok mafia “ganas” di Italia, saat berkunjung ke jantung kelompok itu di wilayah selatan Calabria pada 9 Oktober 2011.

Kepada 40.000 orang di lokasi industri bekas di Lamezia Terme, paus mengatakan keluarga kriminal di Calabria “merobek tatanan sosial” di wilayah “yang tampaknya terus-menerus berada dalam keadaan darurat.”

Selama kunjungan ke kota Sisilia di Palermo tahun sebelumnya, Paus Benediktus menyebut mafia sebagai “jalan kematian, tidak sesuai dengan Injil”.

Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok mafia Ndrangheta yang berbasis di Calabria telah melampaui Cosa Nostra di Sisilia sebagai kelompok kriminal Italia yang paling ditakuti dan kaya raya, yang memperoleh sebagian besar uangnya dari perdagangan narkoba.

Tambahand dari Reuters

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest