Home LiCAS.news Bahasa Indonesia News (Bahasa) Vaksinasi yang lamban berdampak pada karya misi Katolik di Thailand

Vaksinasi yang lamban berdampak pada karya misi Katolik di Thailand

Pemerintah Thailand mengatakan bahwa pihaknya berharap akan segera memberikan vaksin Moderna kepada sebagian besar warganya

Program vaksinasi virus corona di Thailand yang berjalan lamban telah mempengaruhi pekerjaan para misionaris Katolik di daerah miskin di negara itu.

Seorang misionaris Katolik di Chiang Mai mengatakan bahwa kurangnya vaksin COVID-19 memperlambat bantuan bagi para pengungsi Myanmar yang menyeberang ke negara itu.

Misionaris Fidei Donum Pastor Ferdinando Pistore mengatakan kepada kantor berita Fides bahwa misionaris tidak dapat bertemu secara pribadi dengan para pengungsi yang tiba di provinsi Lamphun.

Imam itu mengatakan pekerja sosial telah meminta kerja sama dengan gereja.



“Situasi warga Burma sangat menyentuh karena kebanyakan umat Katolik yang menghadiri paroki kami adalah imigran Burma,” kata imam itu.

Ia mengatakan para pengungsi secara khusus merasa “sedih dengan situasi keluarga dan teman-teman mereka di rumah.”

Pastor Pistore mengatakan kampanye vaksinasi COVID-19 di Thailand sangat lamban dan situasinya sulit diprediksi.

“Setelah Paskah ada gelombang ketiga dan kami harus menghentikan Misa (tatap muka) dan semua kegiatan paroki,” katanya.

- Newsletter -

Pada hari Sabtu, 8 Mei, Thailand mengumumkan bahwa mereka mengharapkan untuk memberikan vaksin Moderna kepada sebagian besar penduduknya saat negara itu mempercepat peluncuran kampanye vaksinasi COVID-19.

Upaya terbaru itu dilakukan di tengah meningkatnya kritik publik terhadap lambannya peluncuran vaksinasi gratis yang ditawarkan oleh pemerintah, yang sejauh ini baru mencapai 1,73 juta suntikan – kurang dari satu persen dari populasinya.

Otoritas kesehatan belum memulai vaksinasi massal bahkan ketika negara yang bergantung pada pariwisata itu berjuang dengan gelombang infeksi ketiga.

Warga mengantri untuk menerima vaksin virus corona di bandara Suvarnabhumi di Bangkok, Thailand, pada 28 April 2021. (Foto Reuters)

Pemerintah memperkirakan akan memproduksi 61 juta dosis vaksin AstraZeneca secara lokal mulai bulan Juni. Tetapi vaksinasi ini dan vaksinasi dari Moderna tidak akan diberikan secara gratis.

Moderna bulan lalu mengajukan pendaftaran vaksin di Thailand, yang harus segera disetujui, kata Withoon Danwiboon, kepala Organisasi Farmasi Pemerintah.

“Apa yang kami harapkan dari Moderna adalah komitmennya, seberapa cepat mereka akan membawa vaksinnya,” ujarnya.

Thailand sejauh ini telah menyetujui vaksin dari Sinovac Biotech, AstraZeneca dan Johnson & Johnson.

Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengatakan Thailand akan mencoba untuk mendapatkan lebih banyak vaksin, di luar pesanan yang ada sekitar 65 juta.

“Target kami saat ini adalah 100 juta dosis vaksin, tetapi Thailand harus memiliki 150 juta dosis atau lebih,” katanya dalam unggahan Facebook pada hari Sabtu.

Wabah terbaru di Thailand diperburuk oleh varian B.1.1.7 virus corona dari Inggris yang sangat mudah ditularkan, yang menyebabkan lebih dari 52.000 infeksi dan 288 kematian hanya dalam waktu lima minggu.

Pada hari Sabtu, 2.419 kasus virus korona baru dilaporkan, dengan 19 kematian baru. – Laporan tambahan dari Reuters

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Make a difference!

We work tirelessly each day to support the mission of the Church by giving voice to the voiceless.
Your donation will add volume to our effort.
Monthly pledge

Latest