Home LiCAS.news Bahasa Indonesia News (Bahasa) Gereja Katolik di India sediakan 60.000 tempat tidur untuk pasien COVID-19

Gereja Katolik di India sediakan 60.000 tempat tidur untuk pasien COVID-19

"Gereja akan terus berada di lini depan, menawarkan layanan kami," kata Kardinal Oswald Gracias dari Bombay

Gereja Katolik di India menawarkan 60.000 tempat tidur rumah sakit dan fasilitas lain untuk digunakan pasien COVID-19 di tengah lonjakan infeksi yang terus berlanjut di negara tersebut.

“Gereja akan terus berada di garis depan, memberikan layanan kami,” kata Kardinal Oswald Gracias dari Bombay, presiden Konferensi Waligereja India.

Prelatus itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Gereja akan membuka semua fasilitasnya “untuk kebutuhan warga.”



“Sekolah kami akan beroperasi sebagai pusat isolasi dan karantina, lembaga-lembaga kami sebagai pusat vaksinasi, dan personel religius kami di seluruh negeri akan memulai kampanye untuk mendorong warga agar divaksinasi,” kata prelatus itu.

Di tengah lonjakan pandemi virus corona, kardinal itu mengatakan Gereja Katolik India melakukan yang terbaik untuk membantu semua yang terkena dampak tanpa memandang agamanya.

“Kami juga mengkoordinasikan bantuan keuangan untuk membeli ventilator dan menambah peralatan medis kami untuk menyelamatkan nyawa warga kami,” kata Kardinal Gracias.

Kardinal itu mengatakan Paus Fransiskus dan berbagai pemimpin gereja di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia telah menyatakan solidaritas dan dukungan doa mereka.

Prelatus itu mencatat bahwa Gereja Katolik di India telah kehilangan dua uskup, beberapa imam, dan biarawati akibat penyakit itu.

- Newsletter -

“Kita harus ingat bahwa hidup kita untuk melayani. Namun menyakitkan melihat kehidupan diakhiri begitu cepat,” kata kardinal.

“Virus ini telah merenggut banyak orang yang kami kenal, dan telah menyebabkan banyak anak menjadi yatim piatu karena kehilangan kedua orang tua mereka,” kata prelatus itu.

Sepasang suami istri berduka saat berada dekat tumpukan kayu pemakaman seorang kerabat yang meninggal akibat virus corona di sebuah krematorium di New Delhi, India, pada 10 Mei 2021. (Foto Reuters)

Krisis virus corona di India tidak menunjukkan tanda akan mereda pada hari Selasa, dengan rata-rata kasus baru dalam tujuh hari mencapai rekor tertinggi dan otoritas kesehatan internasional memperingatkan varian virus negara tersebut menimbulkan kekhawatiran global.

Pada hari Selasa, 11 Mei, kasus virus corona harian di India bertambah 329.942,  sementara kematian akibat penyakit bertambah 3.876 kasus, menurut kementerian Kesehatan.

Dengan demikian total infeksi virus corona di India sekarang mencapai 22,99 juta, sementara total kematian menjadi 249.992.

India sekarang menjadi tertinggi di dunia dalam jumlah rata-rata kematian per hari yang dilaporkan, terhitung satu dari setiap tiga kematian yang dilaporkan di seluruh dunia setiap hari, menurut penghitungan Reuters.

Rata-rata kasus selama tujuh hari mencatatkan rekor tertinggi dengan jumlah 390.995.

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan varian virus corona yang pertama kali diidentifikasi di negara itu tahun lalu diklasifikasikan sebagai varian yang menjadi perhatian global, yang menurut beberapa studi terdahulu menunjukkan bahwa virus itu lebih mudah menyebar.

Gelombang kedua India menyebabkan meningkatnya seruan untuk lockdown nasional dan mendorong semakin banyak negara bagian untuk memberlakukan pembatasan yang lebih ketat, yang berdampak pada bisnis dan ekonomi yang lebih luas. –Laporan tambahan dari Reuters

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Make a difference!

We work tirelessly each day to support the mission of the Church by giving voice to the voiceless.
Your donation will add volume to our effort.
Monthly pledge

Latest