Home LiCAS.news Bahasa Indonesia News (Bahasa) Paus Fransiskus setujui pengunduran diri uskup Taiwan

Paus Fransiskus setujui pengunduran diri uskup Taiwan

Uskup John Lee Juo-Wang mengatakan masalah psikologis dan fisik yang serius sebagai alasan pengunduran dirinya

Paus Fransiskus telah menyetujui pengunduran diri Uskup John Lee Juo-Wang dari Keuskupan Tainan di Taiwan, yang baru menjabat selama enam bulan.

Prelatus itu adalah penduduk asli Taiwan pertama yang ditahbiskan menjadi uskup dalam 30 tahun. Ia menyebut masalah psikologis dan fisik yang serius sebagai alasan pengunduran dirinya.

“Setelah lama berdoa di bawah bimbingan Roh Kudus, saya dengan rendah hati menerima bahwa saya memiliki masalah kesehatan yang serius,” kata Uskup Lee dalam sepucuk surat kepada umat di keuskupannya.




Keuskupan Tainan memiliki 7,500 umat Katolik dari total penduduk sekitar dua juta orang.

Prelatus itu mengatakan dia memilih untuk mengundurkan diri “demi kebaikan keuskupan” dan meminta doa dari umat.

“Melalui doa dan membaca Kitab Suci, saya lebih memahami apa yang dikatakan Santo Paulus dalam Suratnya kepada Jemaat di Roma (12:2). Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna,” tulis uskup itu.

“Semoga Tuhan memberkati anda semua. Semoga Dia membawa Anda melewati pandemi, memberikan keselamatan kepada orang mati, kesehatan kepada orang sakit, pekerjaan bagi semua orang, ”katanya.  “Saya juga berdoa untuk para imam yang menjadi korban tekanan,” tambah uskup dan meminta umat beriman untuk memiliki “keberanian dan komitmen dari semua untuk menghadapi,” tantangan evangelisasi.

- Newsletter -

Uskup Lee lahir pada 2 November 1966, di kota Tainan, Taiwan, dari orang tua yang tiba sebagai pengungsi dari daratan Tiongkok.

Dari sembilan bersaudara, ia diserahkan untuk diadopsi. Keluarga pertama yang mengadopsinya memiliki masalah keuangan dan dia kemudian diadopsi untuk kedua kalinya oleh keluarga yang membesarkannya sebagai seorang Katolik.

Kemudian ia bersekolah di sekolah Salesian di Tainan dan masuk seminari kecil pada usia 12 tahun. Ia belajar filsafat dan teologi di Seminari St. Pius X di Tainan.

Pada 1 Januari 1993 ia ditahbiskan menjadi imam dan ditugaskan sebagai asisten pastor di Paroki Katedral. Ia kemudian menjadi pastor Paroki Nama Kudus Yesus sampai tahun 1999.

Ia memperoleh gelar sarjana dalam bidang teologi dogmatis di Universitas Kepausan Urban di Roma. Ia adalah presiden Komisi Promosi Panggilan dan kemudian menjadi penasihat keuskupan pada 2017 dan vikaris jenderalnya pada 2019.
Paus Fransiskus mengangkat Uskup John Lee Juo-wang sebagai uskup Tainan pada 14 November 2020, dan ditahbiskan sebagai uskup pada 1 Januari 2021.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest