Home LiCAS.news Bahasa Indonesia Church & Society (Bahasa) Para guru Katolik di Thailand menanggapi desakan Paus Fransiskus

Para guru Katolik di Thailand menanggapi desakan Paus Fransiskus

Menanggapi desakan Paus Fransiskus untuk mencapai kesepakatan global tentang pendidikan, para pendidik Katolik di Thailand meluncurkan serangkaian webinar

Listen to this article: Thailand’s Catholic educators respond to pope’s call for relevant education

Para pendidik Katolik di Thailand meluncurkan serangkaian webinar pada 26 Juli untuk menjawab desakan Paus Fransiskus akan  pelaksanaan pendidikan yang relevan.

“Tujuannya adalah untuk memberikan kesadaran akan pesan Paus Fransiskus,” kata Pastor Akarat Homprathum, sekretaris jenderal Dewan Pendidikan Katolik Thailand (CECT), sebuah organisasi yang beranggotakan lebih dari 300 sekolah dan perguruan tinggi di negara itu.

Paus Fransiskus pada Oktober tahun lalu mendesak semua “orang yang berkehendak baik” dan setiap sektor masyarakat untuk mendukung Kesepakan Global tentang Pendidikan,  sebuah pakta untuk mendorong perubahan dalam skala global, sehingga pendidikan dapat menjadi pencipta “persaudaraan, perdamaian, dan keadilan.”




Pakta yang disponsori oleh Kongregasi bagi Pendidikan Katolik itu bertujuan untuk memastikan bahwa setiap orang memiliki akses pada pendidikan berkualitas yang sesuai dengan martabat pribadi manusia dan panggilan kita bersama untuk persaudaraan.”

“Ini adalah pertemuan pertama dari serangkaian webinar,” kata Pastor Homprathum pada 26 Juli, menambahkan bahwa kegiatan pertemuan virtual di Thailand bertujuan untuk membangun kembali jalur pendidikan di sekolah-sekolah negara itu agar selaras dengan kesepakatan global tersebut.

Lebih dari 1000 pengurus dan guru sekolah Katolik, termasuk ketua komisi pendidikan keuskupan dan para pemimpin tarekat religius yang mengelola sekolah-sekolah di Thailand, menghadiri pertemuan tersebut.

Kardinal Francis Xavier Kriengsak Kovithavanich, presiden Konferensi Waligereja Thailand, menekankan desakan paus untuk memberikan perhatian pada “ketidakadilan sosial yang parah, pelanggaran hak asasi, bentuk-bentuk kemiskinan yang mengerikan.”

- Newsletter -

“Bapa Suci menginginkan proses integral untuk mempertimbangkan masalah yang menimpa kaum muda saat ini, termasuk momok kekerasan, pelecehan anak di bawah umur, serta penderitaan yang dialami oleh planet kita,” kata kardinal.

Kardinal Kriengsak mengingatkan peserta tentang panggilan Paus Fransiskus untuk membuat lembaga pendidikan dan akademik Katolik tersedia bagi semua orang, termasuk komunitas non-Kristen.

Chainarong Monthienvichienchai, seorang tokoh pendidikan Katolik senior di Bangkok, mengatakan Pakta Global tentang Pendidikan bertujuan untuk mendorong perubahan dalam skala global.

Ia menjelaskan tentang penekanan paus pada dampak buruk pandemi pada sistem pendidikan di seluruh dunia.

Thailand Catholic educators has launched a series of webinars to respond to the call of Pope Francis for a ‘global compact on education’

Dalam pidatonya Oktober lalu, paus mencatat bahwa platform pendidikan online menyoroti kesenjangan dalam kesempatan pendidikan dan teknologi, memaksa sekitar sepuluh juta anak untuk meninggalkan sekolah, selain sekitar 250 juta anak usia sekolah yang diperkirakan tidak bisa mengikuti kegiatan pendidikan.

Chainarong mengatakan bahwa tahun ini saja di Thailand terdapat lebih dari 600.000 siswa tidak bisa mengikuti sekolah karena efek dari krisis kesehatan global.

Pertemuan virtual (webinar) berikutnya dijadwalkan pada bulan Oktober dan akan menampilkan sekolah-sekolah yang akan membagi pengalman dan upaya mereka untuk menerapkan Global Compact on Education yang ditetapkan Vatikan.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Make a difference!

We work tirelessly each day to support the mission of the Church by giving voice to the voiceless.
Your donation will add volume to our effort.
Monthly pledge

Latest