Home LiCAS.news Bahasa Indonesia News (Bahasa) Pendeta dan stasiun TV Kristen di India diserang kelompok radikal

Pendeta dan stasiun TV Kristen di India diserang kelompok radikal

Pada bulan Juli, sedikitnya 30 orang Kristen dituduh terlibat dalam konversi agama paksa dan ditangkap oleh otoritas di negara bagian Uttar Pradesh, India.

Sekelompok ekstremis beragama Hindu memukul seorang pendeta di negara bagian Madhya Pradesh, India tengah, sedangkan seorang pria menyerang sebuah stasiun televisi yang dipromosikan oleh seorang penginjil di Chennai.

Serangan itu menambah daftar serangan terbaru terhadap orang-orang Kristen di negara itu.

Mereka memukuli pendeta Gereja Pantekosta yang hanya dikenal sebagai Bharat di Tichkiya, Madhya Pradesh, menurut sebuah laporan di AsiaNews.




Pendeta itu sedang dalam pertemuan doa ketika orang-orang yang diduga radikal Hindu itu masuk ke rumahnya. Para penyerang menuduh pendeta itu “membujuk” penduduk suku di daerah itu untuk memeluk agama Kristen.

Sementara itu di Chennai, menurut laporan Matters India, seorang pria menyerang markas Sathiyam TV, saluran satelit populer di Chennai, yang dipromosikan oleh penginjil Mohan C Lazarus.

“Dia masuk kantor itu melalui area parkir mobil. Dia membawa senjata dalam tas gitar,” kata direktur pelaksana saluran tersebut, Isaac Livingstone.

Klub Pers Chennai mengecam serangan itu dan meminta pemerintah Tamil Nadu untuk memberlakukan undang-undang untuk keselamatan para jurnalis.

- Newsletter -

Lembaga pemantau persekusi yang berbasis di AS, International Christian Concern (ICC) sebelumnya telah menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya insiden penganiayaan terhadap orang Kristen di India.

Jumlah orang Kristen membentuk sekitar 2,5% dari populasi India, sedangkan Hindu mencapai 79,5%. India menempati peringkat 10 negara terburuk dunia dalam hal persekusi trhadap orang Kristen, menurut daftar Open Doors USA tahun 2021.

Komisi Kebebasan Beragama Internasional Amerika Serikat telah mendesak Departemen Luar Negeri AS untuk memasukkan India sebagai “negara yang menjadi perhatian khusus” karena terlibat atau menoleransi pelanggaran kebebasan beragama berat.

Sebelumnya, Evangelical Fellowship of India telah mendokumentasikan 145 kasus kekerasan terhadap orang Kristen, yakni 3 pembunuhan, 22 serangan terhadap gereja dan 20 kasus pengucilan atau boikot sosial di daerah pedesaan pada paruh pertama tahun 2021.

“Kekerasan yang dirinci dalam laporan itu sangat kejam, meluas, yang mencakup pembunuhan hingga serangan terhadap gereja, kasus palsu, kekebalan dan rahasia polisi, serta pengucilan atau boikot sosial yang sekarang menjadi viral,” kata laporan itu.

Menurut ICC, setidaknya 30 orang Kristen dituduh terlibat dalam konversi agama paksa dan ditangkap di negara bagian Uttar Pradesh yang padat penduduk pada bulan Juli.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Make a difference!

We work tirelessly each day to support the mission of the Church by giving voice to the voiceless.
Your donation will add volume to our effort.
Monthly pledge

Latest