Home LiCAS.news Bahasa Indonesia Church & Society (Bahasa) Caritas Pakistan siap membantu pengungsi dari Afghanistan

Caritas Pakistan siap membantu pengungsi dari Afghanistan

Pemerintah Pakistan menyatakan keprihatinan atas keamanan di Afghanistan setelah Taliban berkuasa

Caritas Pakistan sedang bersiap untuk membantu para pengungsi dari Afghanistan setelah pasukan Amerika Serikat menarik diri dari  negara itu minggu ini.

Amjad Gulzar, direktur eksekutif Caritas Pakistan, mengatakan kepada AsiaNews bahwa organisasi tersebut sedang mempelajari situasi dan siap memberikan dukungan kepada mereka yang paling membutuhkan.

Ia mengatakan bantuan akan diberikan sesuai pedoman pemerintah Pakistan.

Pakistan dan Afghanistan berbagi perbatasan sepanjang 2.670 kilometer dan pengungsi sebagian besar menyeberang di dekat kota Chaman, Pakistan.




Pihak berwenang Pakistan telah mencatat adanya pergerakan manusia dari Afghanistan setelah Kabul diambil alih oleh Taliban bulan lalu.

Pakistan saat ini menampung sekitar 1,5 juta pengungsi Afghanistan.

Para pejabat Pakistan telah menyatakan keprihatinan atas keamanan di Afghanistan setelah Taliban berupaya membentuk pemerintahan setelah  AS dan pasukan asing lainnya meninggalkan negara itu.

Pemerintah di Islamabad sangat khawatir akan pejuang militan dari kelompok Taliban Pakistan dari Afghanistan dan melakukan serangan mematikan di wilayah itu.

- Newsletter -

Ribuan orang Pakistan tewas dalam kekerasan kelompok eksremis itu dalam dua dekade terakhir.

Keamanan di Afghanistan menegang dalam beberapa hari terakhir di mana sebuah bom bunuh diri yang diklaim oleh afiliasi ISIS di Afghanistan di luar bandara Kabul dan menewaskan lebih dari 100 orang, termasuk 13 tentara AS.

Setelah itu terjadi serangan roket di bandara dan pada hari Minggu kelompok militan dari seberang perbatasan di Afghanistan melakukan serangan dan menewaskan dua tentara Pakistan.

“Dua hingga tiga bulan ke depan sangat penting,” kata seorang pejabat senior Pakistan. Ia menambahkan bahwa Islamabad khawatirkan akan terjadi peningkatan serangan militan di sepanjang perbatasan Afghanistan-Pakistan, saat Taliban mencoba mengisi kekosongan pasca runtuhnya pasukan Afghanistan dan administrasi yang didukung Barat.

Pejabat AS telah berulang kali menuduh Pakistan mendukung kelompok Taliban Afghanistan, yang berperang dalam perang saudara pada pertengahan 1990-an sebelum merebut kekuasaan pada 1996.

Islamabad, salah satu dari sedikit ibu kota yang mengakui pemerintah Taliban yang digulingkan pada 2001, membantah tudingan itu.

Pemerintah Pakistan mengatakan bahwa pengaruhnya terhadap gerakan itu telah berkurang, terutama sejak kepercayaan Taliban tumbuh pasca Washington mengumumkan tanggal penarikan sepenuhnya pasukan AS dan asing lainnya.

Seorang pejabat yang mengetahui langsung keputusan keamanan negara itu, mengatakan Pakistan berencana mengirim pejabat keamanan dan intelijen, bahkan mungkin kepala badan Intelijen Antar-Layanan yang kuat ke Kabul untuk membantu Taliban menata ulang militer Afghanistan. – Ditambah  laporan dari Reuters

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest