Home LiCAS.news Bahasa Indonesia News (Bahasa) Serangan terhadap orang Kristen di India sangat mengkhawatirkan

Serangan terhadap orang Kristen di India sangat mengkhawatirkan

Penganiayaan terhadap umat Kristen di India meningkat drastis sejak Partai Bharatiya Janata yang pro-Hindu berkuasa pada tahun 2014

Serangan terhadap orang Kristen di seluruh India terus meningkat dan sudah mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan.

Sajan K George, presiden Dewan Global Kristen India, mengatakan terjadi peningkatan jumlah insiden kekerasan dan penangkapan para pendeta evangelis dalam beberapa pekan terakhir.

AsiaNews melaporkan bahwa pada 10 September, sekelompok ekstremis Hindu dari Jagaran Vedike Hindu masuk ke Pragathi Center, sebuah rumah ibadah Kristen pribadi di distrik Udupi, Karnataka saat pertemuan doa sedang berlangsung.



Mereka menuduh penyelenggara pertemuan doa yang diidentifikasi hanya sebagai Benediktus melakukan “kegiatan pertobatan.”

Para penyusup itu yang diidentifikasi sebagai fundamentalis Hindu, menghancurkan aula dan mengancam umat yang hadir, kata laporan itu.

Beberapa hari sebelumnya, para pendeta Protestan juga dilaporkan telah ditangkap di Uttar Pradesh atas tuduhan yang diatur dalam undang-undang anti-konversi India.

“Pertemuan doa diganggu, pendeta yang tidak bersalah dipukuli oleh fanatik nasionalis kanan dan kemudian ditangkap … menjadi norma di negara bagian India yang dikuasai partai nasionalis Hindu,” kata George.

Ia mengatakan komunitas kecil Kristen hanya menjalankan haknya yang dijamin oleh Konstitusi, tanpa melanggar hukum apa pun.

- Newsletter -

“Tuduhan konversi paksa itu salah dan dimunculkan hanya untuk menciptakan perselisihan. Bahkan perempuan dan anak-anak tidak luput dari kekerasan,” kata George.

“Apakah orang Kristen di India yang notabene adalah negara sekuler menjadi warga negara kelas dua?” katanya.

Umat Kristen berdoa di luar gereja yang ditutup selama pandemi di Mumbai, India, 8 September 2020. (Foto oleh Manoej Paateel/shutterstock.com)

Persekusi terhadap umat Kristen di India telah meningkat sejak Partai Bharatiya Janata yang pro-Hindu berkuasa pada tahun 2014.

Tahun 2019 terjadi 527 insiden dan empat orang terbunuh karena keyakinannya, meningkat dari 477 kejahatan rasial tahun sebelumnya.

Antara Januari 2016 hingga Maret 2020 ada 1.961 insiden di seluruh India, menurut Persecution Relief.

Sejumlah negara bagian di India telah mengesahkan undang-undang anti-konversi yang melarang proselitisasi.

Jumlah orang Kristen di India hanya sekitar 2,3 persen dari keseluruhan populasi negara itu.

Kaum garis keras Hindu mengklaim bahwa orang-orang Kristen berusaha untuk mengubah orang-orang Hindu secara massal.

Kelompok garis keras secara keliru menuduh para pemimpin dan penginjil Kristen telah memaksa orang masuk Kristen, sebuah tuduhan untuk membenarkan pelecehan dan penyerangan.

Di antara negara bagian yang memusuhi agama Kristen, negara bagian utara Uttar Pradesh dianggap yang terburuk. Menurut sensus  tahun 2011, jumlah orang Kristen sangat kecil, hanya 0,18 persen dari populasi negara bagian itu.

Negara bagian Tamil Nadu dan Karnataka juga memusuhi orang Kristen, kata Persecution Relief.

Kebebasan beragama di India adalah hak dasar yang dijamin oleh Pasal 15 dan Pasal 25 Konstitusi India. Kritikus pemerintah mengatakan bahwa kerukunan antaragama di India sedang diganggu oleh para politisi untuk mengeruk keuntungan politik mereka.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Make a difference!

We work tirelessly each day to support the mission of the Church by giving voice to the voiceless.
Your donation will add volume to our effort.
Monthly pledge

Latest