Home LiCAS.news Bahasa Indonesia News (Bahasa) Enam pria Malaysia dipenjara karena tidak sholat Jum'at

Enam pria Malaysia dipenjara karena tidak sholat Jum’at

Enam pria Muslim di negara bagian Terengganu yang konservatif di bagian timur laut Malaysia telah dijatuhi hukuman satu bulan penjara karena tidak mengikuti shalat Jumat, menurut laporan berita.

Hukuman itu telah menimbulkan kekhawatiran baru tentang peningkatan konservatisme Islam di negara multi-etnis itu.

Mengikuti sholat Jum’at adalah wajib bagi pria Muslim di Malaysia, tetapi tidak biasa mendapat hukuman seperti itu hanya karena tidak melakukannya.

Menurut surat kabar Harian Metro, para pria berusia 17 hingga 35 tahun ditangkap saat sedang berpiknik di dekat air terjun dan bukannya mengikuti hari paling suci dalam seminggu dalam ajaran  Islam itu.

Pengadilan syariah yang mengadili mereka pada 1 Desember juga memberikan denda masing-masing antara 2.400 dan 2.500 ringgit (US $ 575- $ 600).

Mereka bebas dengan jaminan saat mereka mengajukan banding atas hukuman itu, tetapi bisa saja akan menghadapi dua tahun di balik jeruji besi.

“Dugaan ketidakhadiran mereka untuk sholat Jum’at adalah masalah pribadi,” kata Zaid Malek, dari kelompok HAM Pengacara untuk Liberty, seperti dilaporkan AFP.

- Newsletter -

“Sementara tindakan semacam itu mungkin dianggap tidak pantas oleh sebagian masyarakat Muslim, hukuman pidana itu berlebihan dan bukan cara untuk mengatasinya.”

Para kritikus mengatakan bahwa kasus tersebut menunjukkan bahwa penafsiran Islam yang toleran di Malaysia telah dihancurkan, dan keputusan itu terjadi beberapa minggu setelah empat pria Muslim dicambuk karena melakukan hubungan seks gay.

Pengadilan syariat menangani kasus-kasus tertentu untuk warga negara Muslim. Sekitar 60 persen dari 32 juta orang Malaysia adalah etnis Muslim Melayu, sedangkan sisanya kebanyakan etnis India dan Cina, yang biasanya tidak menganut Islam.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest