Home LiCAS.news Bahasa Indonesia Church & Society (Bahasa) Kristen Bangladesh minta pengamanan khusus Natal

Kristen Bangladesh minta pengamanan khusus Natal

Para pemimpin Kristen bertemu dengan menteri dalam negeri Bangladesh untuk meminta agar perayaan Natal tahun ini dijaga secara khusus.

Dua puluh pemimpin Kristen bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Asaduzzaman Khan Kamal di Dhaka pada 12 Desember untuk membahas masalah keamanan Natal.

Nirmol Rozario, presiden Asosiasi Kristen Bangladesh, mengatakan kepada menteri dalam negeri bahwa sebagai perayaan Kristen terbesar, “pengamanan ketat” diperlukan di daerah-daerah di mana orang Kristen tinggal.

Selain keamanan, kelompok itu juga meminta agar pasokan listrik yang tidak terputus disediakan selama layanan Natal.

Para pemimpin Kristen bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Bangladesh Asaduzzaman Khan Kamal di Dhaka pada 12 Desember untuk meminta keamanan selama kebaktian Natal tahun ini. (Foto disediakan)

Bangladesh adalah negara mayoritas Muslim di mana kasus kekerasan ekstremis terhadap minoritas agama seringkali terjadi.

Menurut Ain O Salish Kendro, organisasi bantuan hukum dan hak asasi manusia, dari Januari hingga September 2019, total 40 insiden terhadap minoritas agama terjadi, yang mengakibatkan 47 orang terluka.

Rozario meminta agar pengamanan ketat diberikan mulai 24 hingga 26 Desember. Dia lebih lanjut meminta peningkatan keamanan diberikan segera setelah Natal, ketika banyak orang Kristen Bangladesih menyelenggarakan pernikahan.

- Newsletter -

Gangguan listrik juga sering terjadi selama perayaan keagamaan. Pihak berwenang menyatakan keinginan mereka untuk menyediakan listrik tanpa gangguan ke gereja-gereja selama perayaan  Natal.

Sekitar 90 gereja ada di Dhaka, sedangkan ada sekitar 3.500 gereja di seluruh negara itu.

Turut hadir dalam pertemuan itu adalah pastor Salib Suci, Liton Hubert Gomes.

Dia meminta izin kepada menteri dalam negeri untuk memberikan pelayanan bagi tahanan Katolik selama musim Natal.

“Bulan lalu saya bertemu dengan Paus Fransiskus di Vatikan. Bapa Suci meminta kami untuk merayakan Natal bersama orang-orang yang membutuhkan dan yang diasingkan, ”kata Pastor Gomes.

“Di Bangladesh, bekerja di penjara sangat menantang. Karena itu, saya [meminta] izin untuk bekerja dengan tahanan Katolik di penjara.”

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest