Home LiCAS.news Bahasa Indonesia Church & Society (Bahasa) Paus Fransiskus puji 'persekutuan erat' St. Yohanes Paulus II dengan Kristus

Paus Fransiskus puji ‘persekutuan erat’ St. Yohanes Paulus II dengan Kristus

Kemampuan Paus St. Yohanes Paulus II untuk menunjukkan sisi kemanusiannya, selain iman dan kekudusan yang sungguh besar, menunjukkan kepada dunia tentang normalitas hidup “dalam persekutuan yang mendalam dengan Kristus,” kata Paus Fransiskus.

Paus Fransiskus mengatakan bahwa “setiap gerak-gerik, kata-kata, setiap pilihan yang ia buat selalu memiliki nilai dan meninggalkan kesan yang mendalam,” Catholic News Service melaporkan.

Komentar itu disampaikan paus kepada Pastor Luigi Maria Epicoco, penulis buku dalam bahasa Italia “San Giovanni Paolo Magno” (St. Yohanes Paulus Agung), sebuah gelar purna bagi paus yang memimpin Gereja Katolik dari tahun 1978 hingga 2005.

Buku itu, yang akan dirilis akhir bulan ini, menandai seratus tahun kelahiran St. Yohanes Paulus pada 18 Mei 1920.

Sementara buku ini sebagian besar berfokus pada kehidupan paus yang tercatat paling lama melayani dalam sejarah modern, setiap bab termasuk komentar dari Paus Fransiskus tentang hubungannya dengan Paus St. Yohanes Paulus. Refleksi Paus Fransiskus tentang kehidupan akhir paus itu, kerohanian, kepribadian, dan ajarannya juga dimasukkan.



Pastor Epicoco mengatakan ia berbicara dengan Paus Fransiskus pada sejumlah kesempatan antara Juni 2019 dan Januari untuk mendapatkan bahan untuk buku itu.

Paus non-Italia pertama dalam 455 tahun dan yang pertama dari negara Slavia (Polandia), Paus St. Yohanes Paulus II dikenal sebagai “paus rakyat,” karena ia berfokus pada masalah-masalah di luar lingkup tradisional Gereja.

- Newsletter -

Dia secara teratur memperjuangkan mereka yang terpinggirkan, termasuk orang miskin dan pengungsi, dan berbicara tentang berbagai masalah mulai dari ketimpangan pendapatan, korupsi dan lingkungan hidup.

Beberapa pakar berpendapat bahwa Paus St. Yohanes Paulus II “akan dicatat dalam sejarah sebagai pemimpin dunia yang paling penting pada paruh kedua abad ke-20,” yang berkampanye melawan penindasan politik dan membantu mengakhiri Perang Dingin melalui dukungannya untuk gerakan Solidaritas Polandia.

Sebagai bagian dari “seruan universalnya untuk kekudusan”, ia juga mengkanonisasi 483 orang, lebih dari jumlah kanonisasi yang dilakukan selama lima abad sebelumnya.

Paus St. Yohanes Paulus II wafat pada tanggal 2 April 2005 dan dinyatakan orang kudus pada tanggal 27 April 2014.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Make a difference!

We work tirelessly each day to support the mission of the Church by giving voice to the voiceless.
Your donation will add volume to our effort.
Monthly pledge

Latest