Home LiCAS.news Bahasa Indonesia News (Bahasa) Flu babi Afrika menyerang Filipina selatan

Flu babi Afrika menyerang Filipina selatan

Virus flu babi menyebar di wilayah Mindanao, Filipina selatan, dan telah menewaskan ribuan babi dan mempengaruhi peternak dan petani.

Pihak berwenang Filipina telah mengkonfirmasi bahwa infeksi flu babi Afrika telah menyebar di bagian selatan negara itu, mengancam hampir sepertiga dari 12,8 juta kawanan babi di negara itu.

Pihak berwenang mengatakan wabah itu mungkin dipicu oleh sisa makanan dari produk babi atau makanan yang dibawa pulang oleh penduduk dari daerah yang terkena penyakit di bagian utara negara itu.

Daging babi yang diselundupkan dari Cina, di mana jutaan babi dimusnahkan karena penyakit itu, menyebabkan wabah pertama di Filipina tahun lalu.

Di provinsi Davao Occidental, virus ini mempengaruhi mata pencaharian ribuan keluarga, dengan setidaknya 3.000 babi telah dilaporkan mati dan lebih dari 7.000 lainnya akan dimusnahkan.

“Epidemi yang mengejutkan menghancurkan hati rakyat kita,” demikian bunyi sebuah puisi yang diedarkan oleh Keuskupan Digos untuk meningkatkan kesadaran warga akan virus tersebut.




Rocelyn Moda, yang menulis puisi itu, mengatakan meskipun orang-orang “hancur,” mereka tidak kehilangan harapan dan berdoa meminta bantuan kepada Tuhan.

- Newsletter -

Wabah itu mendorong pihak berwenang untuk menempatkan seluruh provinsi di bawah kondisi bencana.

Bagi Angela Albarracin, seorang penduduk desa Lapuan, babi menjadi “bank tabungan.”

“Ini sangat menghancurkan mata pencaharian kami,” katanya. “Babi sangat penting bagi kami. Kami dapat dengan mudah mengubahnya menjadi uang tunai selama masa darurat atau masa sulit,” tambah Albarracin yang kehilangan enam babi.

Pembiakan babi di halaman belakang di kota itu dihentikan selama 2 hingga 3 tahun untuk memberi jalan bagi pemusnahan virus secara total.

“Ini menyedihkan karena memelihara babi adalah sumber mata pencaharian utama bagi banyak warga kami,” kata kepala desa Medeline Mallari.

Filipina, konsumen daging babi terbesar ke-10 di dunia dan importir daging babi terbesar ketujuh melaporkan kasus wabah flu babi Afrika yang pertama pada bulan September 2019.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest