Home LiCAS.news Bahasa Indonesia Church & Society (Bahasa) Umat Filipina berbagi kisah tentang devosi Kerahiman Ilahi

Umat Filipina berbagi kisah tentang devosi Kerahiman Ilahi

Pastor Ramonito Maata, seorang imam di Keuskupan Dumaguete di Filipina tengah, menjadi salah seorang yang melakukan devosi pada Kerahiman Ilahi pada tahun 2002, saat dia mulai mengelola stasiun radio yang dikelola gereja setempat.

Kerahiman Ilahi adalah devosi kepada Yesus Kristus yang terkait dengan laporan penampakan Tuhan Yesus kepada St. Faustina Kowalska di Krakow, Polandia.

Gambar yang dimuliakan dengan judul Divine Mercy (Kerahiman Ilahi) merujuk pada apa yang digambarkan St. Faustina dalam diarinya sebagai “rahmat cinta kasih Tuhan” terhadap semua orang, terutama bagi orang berdosa.




Pastor Maata ingat bahwa ketika ia mengambil alih stasiun radio, kondisinya saat itu sangat buruk, sesuatu yang ditanggung oleh imam itu selama beberapa tahun.

Dia mengatakan imannya membuatnya terus bergerak, berharap bahwa dengan Kerahiman Ilahi dia akan dapat menjangkau lebih banyak orang melalui pelayanan radionya.

“Segala sesuatu yang Anda lihat di sini adalah karena Dia,” kata imam itu saat menunjukkan bagian dalam stasiun radio kepada LiCAS. news di mana gambar Kerahiman Ilahi ditempatkan.

Sekelompok pekerja migran Filipina di Kanada memperkenalkan devosi  itu kepada Pastor Maata saat perayaan Hari Kaum Muda Sedunia pada tahun 2002.

- Newsletter -

Setahun kemudian, dia merayakaan Perayaan Kerahiman Ilahi bersama mereka.

Sekembalinya ke Filipina, Pastor Maata memulai program di radio untuk membantu menyebarkan devosi itu di provinsi Oriental Negros. Program ini masih mengudara hingga hari ini.

Terlepas dari tantangan dalam menjalankan stasiun radio, imam itu bertekun dan berdoa lebih keras.

“Saya berdoa bagi tiap-tiap orang yang datang bekerja untuk kami,” katanya. “Saya meminta seseorang kepada Tuhan, dan Dia memberikan saya seorang yang tepat untuk pekerjaan ini,” kenang imam itu.

Setelah 19 tahun, radio yang dikelola gereja itu terus mewartakan Injil melalui gelombang udara. Sekarang stasiun itu memiliki saluran televisi kabel dan hadir di beberapa platform media sosial.

Pada tanggal 19 April, Minggu Kerahiman Ilahi, Pastor Maata menceritakan bagaimana mimpinya untuk membawa devosi itu kepada lebih banyak orang terpenuhi di tengah pandemi virus corona.

“Kami mampu membawa pesan belas kasihan ke lebih banyak rumah tangga,” katanya.

Sebagai bagian dari perayaan, stasiun radio mengadakan iring-iringan di sekitar kota untuk membawa berkah ke desa-desa.

Jayson Vergara dan katekis lainnya berpose untuk foto di luar penjara di Cebu di mana mereka melakukan kerasulan penjara. (Foto milik Jayson Vergara)

Di provinsi tetangga, Cebu, seorang sahabat dari Pastor Maata, Jayson Vergara, juga berbagi tentang devosinya melalui cara lain.

Vergara mengatakan bahwa dia mengetahui tentang pengabdian melalui neneknya di desa Barili di kota Cebu.

Akan tetapi sebagai seorang pemuda, ia menolaknya dan fokus pada studi dan rencananya untuk masa depan sebagai lulusan administrasi bisnis.

Suatu saat di tahun 2013, Vergara mengalami serangan jantung saat sendirian di kontrakannya. Dia meminta bantuan tetapi tidak ada yang menjawab.

Ketika dia sudah hampir menyerah, dia mendengar sepeda motor lewat. Dengan kekuatan terakhirnya, dia berteriak minta tolong.

Sopir itu mengantarnya ke terminal taksi, tetapi tidak ada yang mau membawanya ke rumah sakit karena takut dia akan meninggal di jalan. Dia tiba di rumah sakit dalam kondisi hampir tidak bernyawa.

Ketika kondisinya menjadi lebih baik, pacar Vergara mengunjunginya, bukan untuk menghiburnya, tetapi untuk memutuskan hubungan dengan dia. Pria muda itu ingat bahwa dia hanya tersenyum meskipun ada rasa sakit.

Pada saat itulah dia berbalik kepada Tuhan dan pada devosi kepada Kerahiman Ilahi. Dia berjanji untuk mengajak lebih banyak orang untuk mengikuti devosi itu selama sisa hidupnya.




Dia kemudian meninggalkan pekerjaan kantornya untuk membangun bisnis kecil dan melakukan pekerjaan misi atas nama belas kasihan.

Dia mulai mengendarai taksi dan dikenal sebagai “pengkhotbah taksi” karena selalu menceritakan devosinya kepada para penumpangnya.

Setiap minggu Vergara berkotbah kepada setidaknya 5.000 tahanan di penjara setempat dan bekerja sebagai katekis.

Pekan lalu, dia memimpin novena online kepada Kerahiman Ilahi.

Pada hari kesembilan, ia terkejut setelah orang-orang yang dipimpinnya dalam doa mendoakannya, berterima kasih kepadanya atas iman dan dedikasinya.

Paus Fransiskus, dalam homilinya selama perayaan Pesta Kerahiman Ilahi pada tanggal 19 April, berkata bahwa Tuhan tidak ingin umatnya terus memikirkan kegagalan mereka.

“Karena ketika kita jatuh,” kata paus, “Dia melihat anak-anak perlu diangkat kembali. Dalam kegagalan kita, Dia melihat anak-anak membutuhkan kasihnya yang tanpa batas.”

Tahun ini menandai peringatan 20 tahun kanonisasi Suster Faustina Kowalska, dan penetapan Hari Minggu Kerahiman Ilahi oleh Paus St. Yohanes Paulus II.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest