Home LiCAS.news Bahasa Indonesia Church & Society (Bahasa) Paus Fransiskus sampaikan doa dan dukungan bagi umat Katolik di Cina

Paus Fransiskus sampaikan doa dan dukungan bagi umat Katolik di Cina

Paus Fransiskus secara khusus mendoakan umat Katolik di Cina yang merayakan pesta Bunda Maria, Penolong Umat Kristiani dan Pelindung Cina pada 24 Mei.

Paus meyakinkan umat Katolik Cina bahwa “Gereja universal, di mana Anda merupakan bagian yang tidak terpisahkan, berharap bersama Anda dan mendukung Anda dalam masa pencobaan.”

Dia mempercayakan orang-orang Cina kepada Santa Perawan Maria agar mereka “kuat dalam iman dan tabah dalam persaudaraan, menjadi saksi yang penuh sukacita, pendorong kasih dan harapan, dan warga negara yang baik.”

Dia meyakinkan umat beriman bahwa Bunda Maria akan menemani mereka “dengan doa untuk pencurahan Roh Kudus yang baru.”




Santa Perawan Maria dihormati di Cina dengan panggilan Bunda Maria, Penolong orang Kristen dan Pelindung Cina, di Gereja Nasional Bunda Maria dari Sheshan di Shanghai.

Diperkirakan ada 10 juta umat Katolik di Cina, enam juta di antaranya terdaftar di Asosiasi Patriotik Katolik Cina, sebuah organisasi yang didirikan oleh negara Cina pada tahun 1957.

“Umat Katolik Bawah Tanah” atau mereka yang tidak mendaftar ke pemerintah terancam oleh kebijakan percepatan rezim “sinisisasi” agama.

- Newsletter -

Pada 1 Februari, rezim komunis memberlakukan seperangkat aturan baru berkaitan dengan langkah-langkah administrasi agama.

Aturan itu menunjukkan bahwa “setiap agama akan dipimpin oleh konferensi yang ditunjuk negara” yang bertindak sebagai badan pengambil keputusan tertinggi.

Para pemimpin Katolik di Cina mengatakan aturan itu bertujuan untuk menghapuskan model gereja tradisional yang dikepalai oleh para uskup dan menggantinya dengan badan yang dikendalikan negara.

Sebuah poster Paus terlihat di sebuah gereja tertutup di Xincun, di provinsi Henan Cina tengah pada 12 Agustus 2018. (Foto oleh Greg Baker / AFP)

Pada tahun 2016, Presiden Xi Jinping mengatakan bahwa sinisasi agama bertujuan untuk menyesuaikan agama dengan masyarakat Cina.

Dia mengatakan Partai Komunis Cina harus “memimpin adaptasi” organisasi keagamaan ke perspektif sosialis masyarakat Cina.

Langkah-langkah yang direvisi pada Peraturan Urusan Agama, yang diterbitkan tahun lalu, mengharuskan semua organisasi keagamaan agar “tunduk pada konstitusi, hukum, peraturan, tata cara, dan kebijakan, mematuhi prinsip independensi dan pemerintahan sendiri, mematuhi arahan tentang agama-agama di Cina, menerapkan nilai-nilai sosialisme.”

Pada 2018, Vatikan dan pemerintah Cina menandatangani perjanjian tentang penunjukan para uskup di Cina.

Pada bulan Januari, Kongres A.S. melalui Komisi Eksekutif Kongres tentang Cina melaporkan peningkatan penganiayaan terhadap umat Katolik Cina setelah kesepakatan Vatikan-Cina pada tahun 2018.

Laporan itu, yang mencakup periode Agustus 2018 hingga Agustus 2019, mencatat peningkatan kamp-kamp pengasingan massal, penganiayaan terhadap orang-orang Kristen, Muslim dan gereja-gereja atau kelompok-kelompok keagamaan yang tidak terdaftar.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest