Home LiCAS.news Bahasa Indonesia Features (Bahasa) Warga Dalit yang masuk Kristen di India diserang secara brutal

Warga Dalit yang masuk Kristen di India diserang secara brutal

Bura Singh, istri dan putri kecil mereka sedang berdoa dengan tenang di rumah mereka di India tengah ketika polisi tiba-tiba menggeruduk rumah mereka pada 7 Juni.

Beberapa tetangga di wilayah pedesaan Madhya Pradesh yang didominasi pemeluk Hindu ini telah melapor polisi bahwa keluarga Kristen Pantekosta itu mengadakan doa tanpa izin di tengah pandemi COVID-19 dan juga berusaha untuk mempertobatkan penduduk setempat.

Satuan polisi yang dipimpin oleh inspektur kota diduga menerobos masuk ke dalam rumah dan mulai memukuli Bura Singh dan keluarganya.




Beberapa tetangga Kristen mendengar teriakan keluarga itu dan mereka bergegas ke rumah Singh dan berusaha menghentikan polisi yang memukuli keluarga tersebut, tetapi polisi malah  bertindak lebih kejam dan memukuli mereka juga, kata saksi.

Seorang remaja yang datang untuk menyelamatkan keluarga itu mencoba merekam aksi polisi tersebut dengan ponselnya hingga akhirnya disita.

Bura Singh, istri, putrinya, dan salah satu tetangganya akhirnya ditangkap dan dijebloskan ke tahanan polisi. Polisi mendaftarkan kasus terhadap 15 orang Kristen di daerah itu, dengan tuduhan mengganggu pekerjaan otoritas publik.

Polisi menuduh mereka melakukan kerusuhan dan berkumpul secara ilegal selama penguncian COVID-19. Jika terbukti, mereka bisa dihukum dua tahun penjara.

- Newsletter -

Sumit Massih, seorang advokat beragama Kristen dari Alliance Defending Freedom (ADF) yang membela kasus Bura Singh, mengatakan kepada LiCAS.news bahwa tindakan keras polisi sama sekali tidak beralasan dan mencerminkan pola pikir pendendam terhadap komunitas Kristen.

“Sungguh ironis bahwa istri dan anak perempuan Bura Singh ditangkap oleh polisi pria, sementara jika ditahan, wanita harus ditangkap oleh polisi wanita,” kata Massih.

Butuh waktu lima hari untuk membebaskan keluarga itu dengan jaminan, katanya.

“Ketika saya menghadap hakim wilayah untuk meminta jaminan bagi para korban, dia langsung menolaknya, mengatakan kepada saya bahwa orang-orang Kristen ini telah berperilaku buruk dengan inspektur kota yang kebetulan adalah temannya,” kata Massih.

Tampak luka di punggung kerabat Bura Singh yang disuruhnya meminta kembali telepon yang disita polisi. Dia diduga dipukuli saat dalam tahanan polisi. (Foto disediakan)

“Kami harus mengajukan jaminan dari otoritas yang lebih tinggi dan kami butuh waktu lima hari untuk membebaskan keluarga miskin itu dari penahanan. Kasus ini masih dalam proses persidangan dan keluarga itu harus sering ke pengadilan untuk membela diri, ”katanya.

Setelah dibebaskan dengan jaminan, Bura Singh mengatakan dia mengirim salah satu tetangganya ke kantor polisi untuk mengambil ponsel yang disita oleh polisi pada saat kejadian.

“Ketika anak laki-laki itu sampai di kantor polisi dan mencari ponsel, dia dipukuli di sana oleh polisi lagi dan dimasukkan ke dalam kurungan sepanjang hari. Dia dibebaskan pada malam hari,” kata Bura Singh.

Sebagai seorang buruh, Bura Singh termasuk dalam apa yang disebut Komunitas Suku Terjadwal yang juga disebut sebagai Dalit.

Dalam sistem kasta kuno India – yang masih kuat di sebagian besar wilayahnya – komunitas Dalit mendapat stigma sosial.

“Apa kejahatan saya? Apa karena menerima Yesus sebagai Tuhanku? Saya hanya berdoa di dalam rumah bersama keluarga saya. Kami tidak merampok atau menyerang siapa pun. Saya bertanya-tanya mengapa kami diperlakukan seperti penjahat padahal kami tidak melakukan kejahatan? ” tanya Bura Singh.

Dia tidak sendirian karena orang-orang dari komunitas yang dianggap kasta rendah, terutama mereka yang mempraktikkan agama Kristen, menghadapi banyak kesulitan dalam masyarakat mayoritas Hindu di India.




Selama minggu pertama bulan Agustus, seorang pria Dalit bernama Pappu Kumar, yang menjadi Kristen pada bulan Juni, diserang oleh sekelompok massa Hindu garis keras. Kumar dipukuli dengan besi hingga terluka sangat parah sehingga dia harus dirawat intensif selama dua minggu. Seorang kerabat mengatakan bahwa sejauh ini polisi belum melakukan apa-apa  terhadap para pelaku.

Roy Mathew, seorang aktivis Kristen yang berbasis di New Delhi mengatakan bahwa warga Dalit yang dirugikan secara sosial atau yang disebut kasta rendah lainnya menghadapi diskriminasi di berbagai bidang.

“Kasta atas Hindu tidak akan makan dari tangan kasta yang lebih rendah,” kata Mathew sebagai contoh. “Di desa-desa, kasta yang lebih rendah memiliki kuil terpisah, tempat kremasi terpisah, dan bahkan sumur terpisah untuk mengambil air untuk hidup,” katanya.

“Ketika kasta yang lebih rendah ini memutuskan untuk meninggalkan keyakinan yang tidak memperlakukannya sebagai manusia dan menerima agama Kristen atau agama lain sebagai agama, penderitaanya bertambah.”

Mathew mengatakan bahwa setelah seorang Dalit menjadi Kristen, mereka menghadapi diskriminasi ganda sebagai seorang Dalit dan seorang Kristen. Mereka juga kehilangan benefit dari pemerintah segera setelah mereka berpindah agama, katanya.

Dalit secara tradisional diberi tugas yang dianggap umat Hindu sebagai tercela. Ada sekitar 5 juta pekerja sanitasi penuh waktu di India yang sebagian besar adalah Dalit.

Dua wanita muda Kristen Dalit di desa Vizhinjam, sebuah desa nelayan di Kerala, India, sekitar bulan November 2014. (Foto oleh Dominika Zara/shutterstock.com)

Konstitusi India memberikan keistimewaan khusus untuk Dalit, yang memberi mereka keuntungan seperti kuota pada institusi pendidikan dan reservasi dalam pekerjaan, tetapi hak istimewa ini diambil dari kelompok Muslim, Sikh, Budha dan Dalit Kristen pada tahun 1950 keputusan presiden yang menyatakan: “tidak ada orang yang menganut agama yang berbeda dari agama Hindu akan dianggap sebagai anggota Kasta Terjadwal.”

Pada tahun 1956, undang-undang tersebut diubah untuk memungkinkan Dalit Sikh mendapatkan keuntungan yang sama dengan yang diterima Dalit Hindu. Hal yang sama terjadi pada tahun 1990 untuk Dalit Budha, namun Dalit Muslim dan Kristen masih belum mendapatkan pertimbangan khusus.

Pastor Nehemiah, seorang aktivis Dalit yang tinggal di kota Mumbai, India, mengatakan bahwa orang Kristen Dalit sering menjadi sasaran kelompok Hindu garis keras.

“Ketika Dalit mencoba melarikan diri dari adat istiadat berusia berabad-abad dan mencari perlindungan dalam agama Kristen, mereka secara brutal dikucilkan dalam masyarakat dan ada banyak kasus di mana mereka diburu dan bahkan dibunuh oleh kelompok ekstremis,” kata Nehemiah.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest