Home LiCAS.news Bahasa Indonesia Church & Society (Bahasa) Kardinal Tagle sembuh dari COVID-19

Kardinal Tagle sembuh dari COVID-19

Kardinal Luis Antonio Tagle, prefek Kongregasi untuk Evangelisasi Bangsa-Bangsa, telah sembuh dari penyakit virus corona.

“Hasil negatif tes swab Kardinal Tagle sungguh merupakan kegembiraan yang besar bagi seluruh Gereja,” bunyi pesan dari Pastor Gregory Gaston, Pontificio Collegio Filippino di Roma.

“Tuhan ingin dia terus melayani di kantor Vatikan untuk Misi, untuk membawa Kabar Baik Tuhan tentang cinta, kegembiraan, perdamaian, pengampunan, keadilan dan rekonsiliasi – yang semuanya dibutuhkan dunia dengan cara khusus hari ini,” bunyi pesan yang diterima oleh LiCAS.news pada 23 September.



Mantan uskup agung Manila itu tinggal di Pontificio Collegio Filippino sejak kedatangannya di Roma pada bulan Februari untuk jabatannya di Kuria Roma.

Kardinal berusia 63 tahun itu dinyatakan positif COVID-19 pada 10 September setibanya di Manila untuk kunjungan singkat.

Dia sebelumnya datang dari Turin, Italia, di mana dia menghadiri pentahbisan uskup seorang Nuncio Apostolik yang baru.

Kardinal Tagle tidak menunjukkan gejala apa pun sejak terinfeksi penyakit tersebut saat menjalani 13 hari isolasi ketat di Filipina.

- Newsletter -

Selain sebagai Prefek Kongregasi untuk Evangelisasi Bangsa-Bangsa -yang dikenal sebagai Propaganda Fide- Kardinal Tagle juga adalah presiden Caritas Internationalis, federasi amal Katolik sedunia.

Pada bulan Mei, Paus Fransiskus mengangkat Kardinal Tagle, mantan uskup agung Manila, menjadi uskup kardinal, gelar tertinggi seorang kardinal di Gereja Katolik.

Pengumuman Vatikan pada 1 Mei mengatakan bahwa paus “memutuskan untuk mengkooptasi Kardinal Tagle dalam Ordo Para Uskup dan memberinya gelar “Gereja pinggiran kota”.

Sebuah “gereja pinggiran kota” adalah sebuah gereja yang terletak di sekitar Roma dengan seorang uskup kardinal sebagai prelatus tituler.

Kardinal Tagle bergabung dengan 13 uskup kardinal lainnya, 10 di antaranya berasal dari Gereja Latin dan 3 patriark kardinal dari Ritus Timur.

Kardinal Filipina itu meninggalkan Keuskupan Agung Manila pada 9 Februari untuk menduduki jabatannya di Vatikan sebagai Prefek Kongregasi Evangelisasi Bangsa-Bangsa, yang juga dikenal sebagai Propaganda Fide.

Penugasan ini merupakan posisi penting di Vatikan karena menangani misi di sebagian besar wilayah Asia dan Afrika.

Kongregasi tersebut didirikan hampir 400 tahun yang lalu pada tahun 1622 oleh Paus Gregorius XV dengan tugas memastikan “transmisi dan penyebaran iman ke seluruh dunia.”

Sebagai kepala kantor, Kardinal Tagle mengawasi pekerjaan sebagian besar keuskupan di Asia, Afrika dan Oseania, di mana sepertiga dari 4.000 keuskupan Gereja Katolik ditemukan.

Kardinal Tagle adalah kepala dikasteri pertama di kuria yang tertular virus.

Di Filipina, setidaknya empat uskup terinfeksi COVID-19, dua di antaranya meninggal yaitu pensiunan Uskup Imus Manuel Sobreviñas dan pensiunan Uskup Agung Oscar Cruz dari Lingayen-Dagupan.

Uskup Broderick Pabillo dari Manila dan pensiunan Uskup Deogracias Iniguez tertular penyakit tersebut tetapi telah sembuh sepenuhnya.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Make a difference!

We work tirelessly each day to support the mission of the Church by giving voice to the voiceless.
Your donation will add volume to our effort.
Monthly pledge

Latest