Home LiCAS.news Bahasa Indonesia News (Bahasa) Gambar Bunda Maria Fatima menjadi mural altar terbesar di Filipina

Gambar Bunda Maria Fatima menjadi mural altar terbesar di Filipina

Sebuah paroki di pinggiran ibu kota Filipina, Manila, meluncurkan lukisan dinding terbesar di atas altar gereja pada 13 Oktober, bertepatan dengan Pesta Bunda Maria dari Fatima.

Mural yang diperkirakan berukuran sekitar 378 meter persegi ini menyoroti kisah penampakan Santa Perawan Maria kepada tiga orang anak di kota Fatima, Portugal.

“Saya ingin orang mengingat apa yang dikatakan Bunda Maria dalam penampakan itu: Berdoa rosario setiap hari untuk pertobatan orang-orang berdosa dan untuk perdamaian,” kata pastor Aristeo de Leon, pastor paroki Gereja Bunda Maria dari Fatima di Keuskupan Novaliches.



Pastor De Leon mengatakan dia sempat ragu ketika memulai proyek itu karena dia orang baru di parok itu, tetapi menambahkan bahwa “jika itu adalah kehendak Tuhan, semuanya akan berjalan dengan baik.”

“Dan hasilnya selalu indah,” katanya.

Pastor De Leon mengatakan dia harus membaca buku tentang penampakan di Fatima sebelum dia memulai proyek tersebut.

“Ketika saya mulai mengenal anak-anak lebih baik, dan menyadari bahwa pada usia muda seperti mereka cinta dan pengabdian mereka kepada Maria sudah dalam, maka saya ditantang sebagai seorang imam untuk meningkatkan iman dan cinta saya kepada Tuhan,” katanya.

- Newsletter -

Selama beberapa bulan pertama di paroki, pastor itu mengatakan dia sudah ingin altar dicat karena rayap susdah mulai memakan struktur kayunya.

Bukannya memasang “retablo” yang biasanya berupa struktur kayu rumit dengan pahatan di atas altar, Pastor De Leon memutuskan untuk membuat mural.

Ia berkonsultasi dengan temannya, AG Saño, tentang proyek tersebut. Artis Filipina yang terkenal dan mendapat banyak penghargaan segera mengambil proyek tersebut.

Pastor Aristeo de Leon, pastor paroki Paroki Bunda Maria dari Fatima di Keuskupan Novaliches, berdiri di depan mural pada pembukaannya pada 13 Oktober (Foto oleh Jose Torres Jr.)

Saño telah melukis lebih dari 700 mural di 16 negara yang menggambarkan perdamaian dan lingkungan.

“Saya sudah lama ingin dia melukis,” kata Pastor De Leon, “tapi dia terlalu sibuk dengan banyak proyek.”

Dengan adanya lockdown karena pandemi, pastor dan artis tersebut akhirnya mendapat kesempatan untuk melanjutkan proyek tersebut.

De Leon mengatakan ada pendapat tidak setuju tentang mural itu yang menganggapnya “tidak liturgis” tetapi pastor itu mengatakan itu adalah cara paroki untuk “menghormati” para petugas kesehatan di garda depan.

“Para pekerja medis di garis depan sangat menginspirasi dalam hal kekuatan mereka untuk bertahan,” kata pastor itu.

“Juga, jangan lupa bahwa dua anak penggembala, Jacinta dan Francisco, meninggal selama wabah flu Spanyol yang melanda Eropa,” katanya.

“Sudah sepantasnya kita mempersembahkan ini kepada mereka [petugas garis depan] untuk meningkatkan semangat mereka, untuk mengingatkan mereka bahwa Tuhan menyertai mereka dan Dia tidak akan pernah meninggalkan mereka,” kata imam itu.



Pastor De Leon mengatakan lukisan telah lama digunakan oleh Gereja “sebagai cara untuk mengajar orang” tentang iman.

Ia mengatakan, meski mendapat kritik, banyak orang mengapresiasi karya seni tersebut.

Pada 13 Juli 1917, Santa Perawan Maria dilaporkan menampakkan diri kepada tiga anak gembala di Cova da Iria, di Fátima, Portugal.

Ketiga anak itu adalah Lúcia dos Santos dan sepupunya Francisco dan Jacinta Marto.

Pada tanggal 13 Mei 1946, Paus Pius XII memberikan penobatan kanonik pada gambar yang dihormati yang diabadikan di Kapel Penampakan Fátima melalui utusan apostoliknya, Kardinal Benedetto Aloisi Masella.

Anggota klerus Keuskupan Novaliches di ibu kota Filipina menyaksikan pembukaan dan pemberkatan mural altar terbesar negara itu di Keuskupan Novaliches pada 13 Oktober (Foto oleh Jire Carreon)

Pada 11 November 1954, dia meningkatkan status Kapel Fátima menjadi basilika kecil melalui pengarahan kepausannya “Lucer superna.”

Memoar Lúcia dos Santos yang diterbitkan pada tahun 1930-an mengungkapkan dua rahasia yang dia klaim berasal dari Bunda Maria sedangkan rahasia ketiga akan diungkap oleh Gereja Katolik pada tahun 1960.

Peristiwa kontroversial di Fátima menjadi tenar sebagian karena elemen rahasia, nubuat, dan wahyu eskatologis yang diduga terkait dengan Perang Dunia II dan kemungkinan adanya perang global di masa depan.

Santa Perawan Maria juga mengingatkan anak-anak untuk berdoa Rosario Suci.

Anak-anak itu, sekarang Santo Francisco dan Santa Jacinta, masing-masing meninggal pada tahun 1919 dan 1920, akibat wabah influenza yang melanda Eropa.

Lúcia kemudian menjadi seorang biarawati Karmelit dan meninggal pada 13 Februari 2005.

Make a difference!

We work tirelessly each day to support the mission of the Church by giving voice to the voiceless.
Your donation will add volume to our effort.
Monthly pledge

Latest