Home LiCAS.news Bahasa Indonesia News (Bahasa) Paus Fransiskus, pemimpin Indonesia kecam serangan Minggu Palem

Paus Fransiskus, pemimpin Indonesia kecam serangan Minggu Palem

Paus Fransiskus meminta doa dan dukungan bagi para korban ledakan bom yang melukai sedikitnya 19 orang di Gereja Katedral Makassar pada 28 Maret.

Mari kita berdoa untuk semua korban kekerasan, terutama yang menyerang pagi ini di Indonesia, di depan Katedral Makassar,” kata Paus Fransiskus di akhir Angelus hari Minggu di Vatikan.

Permohonan doa itu disampaikan paus hanya beberapa jam setelah ledakan di luar Katedral Hati Kudus Yesus di Makassar, ibu kota provinsi Sulawesi Selatan.




Dua pelaku bom bunuh diri yang diyakini sebagai anggota kelompok militan Islam diketahui berada di balik serangan itu.

Pastor Wilhelmus Tulak, yang merayakan Misa pagi itu, mengatakan ledakan itu terjadi sekitar pukul 10.30 pagi ketika Misa hampir selesai.

Makassar adalah pusat kota terbesar kelima di Indonesia, yang merupakan negara dengan penduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia.

Diperkirakan sekitar 10 persen dari lebih dari 270 juta penduduk negara Asia Tenggara itu beragama Kristen, sekitar delapan juta beragama Katolik.

- Newsletter -

Presiden Joko Widodo mengutuk serangan bom itu dan berdoa agar mereka yang terluka segera pulih.

“Saya mengutuk keras aksi terorisme ini,” kata Widodo dalam sebuah pernyataan.

“Saya sudah perintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan pelaku dan mengungkap jaringan sampai ke akarnya,” kata presiden.

“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memerangi terorisme dan radikalisme yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur kita sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan dan nilai-nilai kebhinekaan,” kata Jokowi.

Armed police officers stand guard along a closed road following an explosion outside a Catholic church in Makassar, South Sulawesi province, Indonesia, March 28 in this photo taken by Antara Foto. (Photo by Antara Foto/Arnas Padda/ via Reuters)

Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengatakan kepada Reuters bahwa kedua pembom itu diyakini merupakan bagian dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang terafiliasi dengan ISIS yang diduga melakukan serangan bunuh diri di gereja-gereja dan sebuah pos polisi yang menewaskan sedikitnya 30 orang di kota Surabaya, Jawa Timur pada Mei 2018.

Sedikitnya 20 tersangka anggota JAD ditangkap pada bulan Januari. Kelompok itu juga diyakini terlibat dalam serangan bom di sebuah gereja di Filipina tahun 2019 yang menewaskan lebih dari 20 orang.

“Mereka adalah bagian dari kelompok itu… Mereka melakukan penyerangan dengan bom panci,” kata Listyo.

Polisi mengatakan tersangka mencoba memasuki halaman gereja katedral dengan sepeda motor. Rekaman kamera keamanan menunjukkan ledakan yang menyemburkan api dan asap, serta melempar puing-puing ke tengah jalan.

“Apapun motifnya, tindakan ini tidak dibenarkan oleh agama apapun karena merugikan tidak hanya satu orang tapi juga orang lain,” kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Gomar Gultom, ketua Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) menggambarkan serangan itu sebagai “insiden kejam” yang terjadi saat umat Kristiani merayakan Minggu Palem.

Serangan militan Islam paling mematikan di Indonesia terjadi di pulau Bali pada tahun 2002, di mana pembom menewaskan 202 orang, kebanyakan dari mereka adalah turis asing.

Tambahan dari Reuters

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Make a difference!

We work tirelessly each day to support the mission of the Church by giving voice to the voiceless.
Your donation will add volume to our effort.
Monthly pledge

Latest