Home LiCAS.news Bahasa Indonesia News (Bahasa) Lagi, terduga teroris membunuh 4 petani Kristen di Sulawesi Tengah

Lagi, terduga teroris membunuh 4 petani Kristen di Sulawesi Tengah

International Christian Concern melaporkan bahwa para petani sedang memanen kopi ketika mereka diserang oleh lima pria bersenjatakan pedang

Setidaknya empat petani Kristen dilaporkan dibunuh oleh terduga teroris di Poso, provinsi Sulawesi Tengah, pada 11 Mei.

Kelompok International Christian Concern (ICC) melaporkan bahwa para petani sedang memanen kopi ketika mereka diserang oleh lima pria bersenjatakan pedang.

Seorang saksi mata mengatakan para penyerang membawa senjata api dan senjata tajam. Saksi itu mengidentifikasi salah satu penyerang sebagai anggota Mujahidin Indonesia Timur.

ICC menggambarkan serangan terhadap orang-orang Kristen itu sebagai “serangan brutal” dengan satu korban dilaporkan kepalanya dipenggal.




“Semua yang miliki oleh para korban dirampas oleh penyerang termasuk beras, uang, dan barang-barang lainnya yang mereka simpan di gubuk mereka,” kata seorang petugas polisi seperti dikutip ICC.

Pada bulan November lalu, MIT yang berbasis di Sulawesi itu, yang dilaporkan terkait dengan ISIS, membakar sebuah pos gereja Bala Keselamatan dan beberapa rumah orang Kristen.

Setidaknya empat orang Kristen juga dilaporkan diikat sampai mati.

Gina Goh, manajer ICC untuk regio Asia Tenggara, mengutuk “kematian brutal para petani Toraja yang mayoritas Kristen ini.”

- Newsletter -

“Sementara motif [pelakunya] belum bisa dikonfirmasi, fakta bahwa kekejaman itu dilakukan dua hari sebelum Idul Fitri dan hanya beberapa bulan setelah mereka membunuh empat orang Kristen… dengan cara yang sama, adalah tidak masuk akal dan keji,” kata Goh.

ICC, sebuah organisasi ekumenis yang mengadvokasi hak-hak umat Kristen dan agama minoritas, meminta pemerintah Indonesia “untuk membasmi [kelompok ekstremis] sebelum mereka mencabut lebih banyak nyawa orang yang tidak bersalah.”

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest